-->

Saturday, 20 February 2021

Fredy Kusnadi Ditahan, Ini Kronologis Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal

BARITORAYAPOST.COM (
Jakarta) - Satgas mafia tanah Polda Metro Jaya mengungkap gelar konferensi Pers terkait Mafia Tanah, di aula satya haprabu Dit Krimum PMJ, dan penangkapan Fredy Kusnadi alias FK dalam kasus mafia tanah yang dialami Ibunda Dino Patti Djalal, Jumat (19/02/21). 

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (KemenATR/BPN) melakukan penangkapan Fredy Kusnadi ini pada pagi tadi. Khusus terkait dengan saudara FK tadi pagi tim penyidik telah melakukan penangkapan di Kemayoran, ungkapnya kepada wartawan.

Berawal pada bulan Maret 2019 Pelapor Mustopa dihubungi Tsk ADS dan minta dicarikan asset tanah di Jakarta Selatan kemudian pelapor menawarkan tanah dan bangunan milik Sdri. Zurni Hasyim Djalal yang terletak di pondok indah.

Pada Maret 2019, Tsk ADS menghubungi mustopa bahwa ada calon pembeli bernama Tsk FS dan Tsk VGA yang akan membeli asset Sdri. Zurni Hasyim Djalal. Kemudian 10 april 2019, Pelapor mustopa menyerahkan asli Sertipikat Hak Milik No. 2614/Pondok Pinang an. Zurni Hasyim Djalal, IMB dan PBB kepada Tsk DR atas perintah Tsk ADS dan disaksikan Tsk SS.
 
Lalu, April 2019 Tsk FS dan Tsk VGA menemui pelapor di lokasi rumah untuk melakukan survey. Tsk DR diminta oleh Tsk ADS untuk mengurus pembuatan AJB dan memproses balik nama SHM No.2614/Pondok Pinang tanpa melibatkan Sdri. Zurni Hasyim Djalal selaku pemilik. 

 
Selanjutnya Tsk DR minta dibuatkan draft AJB (tanpa nomor) PPAT Erlina Kurniawati, S.H., Tsk ADS memerintahkan kepada Tsk DR untuk tanda tangan selaku pihak penjual (sdr. Zurni Hasyim Djalal dan sdr. Hasyim Djalal), setelah pihak penjual ditanda tangani Tsk DR selanjutnya draf AJB diserahkan kepada PPAT Erlina Kurniawati, S.H. Untuk dimintakan penomoran AJB, tegas Kapolda.

Pada 22 april 2019 Terbit lah AJB no.103/2019, antara Zurni Hasyim Djalal selaku penjual dengan Vanda Gusti Andayani selaku pembeli dengan harga Rp.17.5 milyar,  pihak penjual dan pembeli tidak hadir. Dan 2 mei 2019, SHM No. 2614/Pondok Pinang beralih menjadi an. Vanda Gusti Andayani dan kemudian oleh Tsk VGA ditawarkan kepada sdr. Hendry Octavianus.
 
Ketika tanggal 27 mei 2019 Dibuat ppjb dan akta kuasa untuk menjual no.02/2019 antara vanda dengan hendry octavianus di hadapan Notaris/PPAT Dr. H. Syafran, SH, M.Hum dengan obyek SHM 2614/Pondok Pinang a.n. Tsk VGA dengan kesepakatan Rp.10 milyar, selanjutnya hendry octavianus mentransfer uang kepada Tsk VGA sebesar rp.1.800.000.000,- (satu milyar delapan ratus juta rupiah) dan sebesar Rp. 7.799.051.597,- ( tujuh milyar tujuh ratus sembilan puluh sembilan juta lima puluh satu ribu lima ratus sembilan puluh tujuh rupiah) ke nomor rekening Bank BCA an. VGA; 
 
Lalu pada tanggal 27 mei 2019 Tsk VGA transfer sebesar 2 milyar dari rekening Bank Permata an. VGA ke nomor rekening Bank Mandiri an. Zurni Hasyim Djalal, seolah – olah sebagai tanda jadi. (uang tersebut adalah uang dari hasil penjualan rumah tsb kepada Sdr. Hendry Oktavianus).

 
Selanjutnya, pada bulan Juni 2019 Tsk VGA datang bersama keluarganya (suami/ Tsk FS dan anak2nya) bertemu dengan korban (Zurni Hisyam Djalal) dan memohon kepada korban agar dapat segera tinggal di rumah tersebut, karena iba akhirnya korban (Zurni Hisyam Djalil) memberi izin tinggal dan serah terima kunci kepada Tsk VGA. Lalu tanggal 11 september 2019 Terbit Akta Jual Beli No. 02/2019 antara Tsk VGA dengan Hendry Octavianus di hadapan PPAT  Dr. H. Syafran, SH, M.Hum; dan 23 september 2019. SHM no. 2614/ Pondok Pinang an. VGA beralih menjadi an. Hendry Oktavianus

Di tanggal 27 november 2019 SHM No.2614/Pondok Pinang dijual oleh Hendry Octavianus kepada Thomas Irawan Tjahjono  sesuai akta jual beli no.296/2019 tanggal 27 November 2019 dengan harga Rp.18.800.000.000,- (PPAT Noor Cholis Adam); Tanggal 24 januari 2020, SHM no.2614/Pondok Pinang beralih dari an. Hendry Octavianus menjadi Thomas Irawan Tjahjono.

Tanggal 11 maret 2020 terhadap SHM tersebut di hak tanggungan kepada Bank BCA, Jakarta Pusat oleh Thomas Irawan Tjahjono; dan 24 agustus 2020. Penyidik melakukan penyitaan khusus terhadap SHM no.2614/Pondok Pinang an. Thomas Irawan Tjahjono.

Dalam hal tersebut, Para Tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP.

Penulis: Ria

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top