-->

Thursday, 11 February 2021

Pemeriksaan Rapid Test Tahanan Polres Kotim

BARITORAYAPOST.COM (Polres Kotim) - Kamis (11/02/2021) - Sat Tahti Polres Kotim jajaran Polda Kalteng, melaksanakan Rapid Test Covid-19 tehadap 26 orang tahanan yang akan dipindahkan tempat Penahanannya, dilaksanakan di Mapolres Kotim, Jalan Soedirman km.0 Sampit, Kabupaten Kotim, Provinsi Kalteng. 


Kegiatan Pemeriksaan Rapid Test ini dilaksanakan sebagai salah satu tahap persiapan, terhadap perkara-perkara yang sudah memasuki Tahap Penuntutan atau yang sudah menerima Vonis Hakim, dimana kewenangannya sudah bukan pada Pihak Penyidik Kepolisian lagi melainkan ada pada Jaksa Penuntut umum. 

Kebijakan Tempat Penahanan terhadap Tersangka yang sudah memasuki masa Penuntutan dilakukan di Rutan Polres Kotim, adalah semenjak terjadinya Pandemi Covid-19 dikarenakan di Kejaksaan Negeri Kotim tidak memiliki Rumah Tahanan sendiri, selanjutnya dari Pihak Lapas Klas IIB Sampit tidak bisa menerima Orang Tahanan yang belum menerima Vonis Hakim, oleh karenanya Tahanan Jaksa dititipkan di Rutan Polres Kotim. 

Sebelum para orang tahanan ini dipindahkan tempat penahanannya dari Rutan Polres Kotim menuju ke Lapas Klas IIB, terlebih dahulu dilakukan Rapid Test bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, untuk memastikan dan mengetahui keadaan kondisi kesehatan Orang Tahanan sebelum dipindahkan, hal pokoknya adalah apakah ada yang terindikasi Reaktif / Positif Covid-19 atau tidak, sehingga bisa diantisipasi lebih awal. 

Hal ini dilakukan bahwa Orang Tahanan yang akan di pindahkan sudah harus benar-benar sehat tidak dalam keadaan terpapar Covid-19, sebab Para Tahanan Narapidana dalam Lapas Klas IIB Sampit yang selama ini sudah Steril jangan sampai tertular dari orang atau Tahanan yang baru masuk. 

Kapolres Kotim AKBP. Abdoel Harris Jakin, S.I.K, M.Si melalui Kasat Tahti IPTU.Alexander Sarwono, menerangkan bahwa Kegiatan Rapid Test Orang Tahanan ini rutin dilaksanakan, sebagai salah satu langkah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, karena akan sangat riskan penanganan terhadap Orang Tahanan yang ternyata diketahui Reaktif / Positif menderita Covid-19, jelasnya. (Hums-Spt)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top