-->

Wednesday, 17 February 2021

Sertifikat HGU PT. Badhra Cemerlang Lestari Kantongi Izin Pelepasan Kawasan Hutan Tanggal 14 Oktober 1999

BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) -
Sidang Perkara Perdata Nomor: 28/Pdt. G/2020/PN. Tml. Antara PT. Badhra Cemerlang Lestari (BCL) selaku penggugat dengan PT. Aljabri Buana Citra (ABC) tergugat I dan Junaidi alias Junai terus berlanjut. 

Sidang dugaan perobohan sawit sebanyak 1.670 di Afdeling Hotel Blok 17 dan 18 oleh tergugat masuk pada tahap mendengarkan keterangan saksi dari penggugat.

Hari ini Selasa (16/2/2021) kemarin, sebagaimana diikuti oleh wartawan Baritorayapost.com, sidang dimulai pukul 13: 17 WIB dan berakhir pukul 16 : 13 WIB.

Sidang dibuka langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Tamiang Layang, yang juga bertindak sebagai Hakim Ketua Deni Indrayana,SH.MH,  didampingi Beny Sumarno,SH.MH (Hakim Anggota) dan Arief Heryogi,SH. (Hakim Anggota). Sementara bertindak sebagai Panitera Aulia Rachmi,SH.MH.

Saksi yang dihadirkan oleh penggugat yaitu Robitha selaku bagian pengendalian dan penanganan sengketa dari BPN Barito Timur (Bartim) Propinsi Kalimantan Tengah dan Leo T. dari Kasi Pengawasan Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Barito Timur (Bartim).

Saksi Robitha menguraikan tentang Peta SHGU PT.BCL yang dikeluarkan oleh Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP) seluas 6.167 hektare dan berlaku selama 35 tahun. Menurut Robitha jika terjadi tumpang tindih perijinan tidak berdampak pengurangan pada luas Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU). 

Kuasa Hukum penggugat  Nazwar Samsu,SH bertanya pada saksi Robitha, "Sepengetahuan saudara jika terjadi tumpang tindih perijinan usaha apakah bisa mengurangi luasan HGU?"


Jawab saksi, " Tidak terjadi pengurangan" jawab Robitha.

Sementara saksi Leo T, dari Seksi Pengawasan Pertanian dan Perkebunan menjelaskan bahwa, PT. BCL telah kantongi ijin pelepasan kawasan hutan sejak tanggal 14 Oktober 1999.

Kuasa Hukum tergugat Akhmad Junaidi,SH.MH bertanya pada saksi, "Saudara saksi, tahukah saudara bahwa ada sengketa tumpang tindih perizinan antara HGU PT.BCL dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) PT. Aljabri Buana Citra (ABC)?"
Jawab saksi, "Tidak tahu."

Junaidi bertanya lagi, "Tahukah saudara bahwa ada pengrusakan atau perobohan kebun sawit milik penggugat oleh tergugat ?" 

Jawab saksi, "Tidak tahu."

Junaidi bertanya lagi,  "Jika saudara saksi tidak tahu, dari mana saudara mengetahui bahwa ada pengrusakan atau perobohan pohon sawit milik penggugat oleh tergugat ?"

Jawab saksi, "Mengetahui dari kawan saat peninjauan lapangan."

"Berarti saudara tidak mengetahui secara langsung obyek yang disengketakan antara PT. BCL dengan PT. ABC," ujar Junaidi. Jawab Leo T, "Ya saya tidak mengetahui."

Deni Indrayana,SH.MH menjelaskan bahwa pada Selasa 23/2/2021  nanti,  jadual mendengarkan keterangan saksi dari tergugat.

Majelis Hakim berpesan kepada para pihak untuk menyiapkan berkas-berkas lagi bila dipandang kurang, atau fakta-fakta baru yang saat ini belum tersampaikan di Pengadilan. (dun/red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top