Masa Pandemi Covid-19, FKUB Cilacap Gelar Doa Lintas Agama dari Rumah

  • Whatsapp



BARITORAYAPOST.COM (Cilacap) – Pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir, juga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kasus positif Covid-19 makin hari kian bertambah. Dan hal ini membuat semua prihatin terutama para pemuka agama di Cilacap.

Untuk itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cilacap menggelar Doa Lintas Agama dari Rumah (Pray from Home/PFH) di Ruang Prasandha, kompleks Kantor Bupati Cilacap secara virtual, dan diikuti seluruh Forkopimda, Forkopimcam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Cilacap, Sabtu (17/7/2021) sore.
PFH ini untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Cilacap khususnya dan Indonesia pada umumnya segera pulih dari pandemi Covid-19. 

Tampak hadir Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar yang juga istri bupati Teti Rohatiningsih, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap Imam Tobroni, Ketua FKUB Kabupaten Cilacap KH Ahmad Shoim El Amin Lc, dan para tokoh agama Kabupaten Cilacap.




Di Makodim 0703 Cilacap, perwira siaga Kapten Cba M Isa Saefudin mewakili Dandim mengikuti PFH melalui video conference (vidcon) di ruang Data Makodim 0703 Cilacap.

Ketua FKUB Kabupaten Cilacap KH Ahmad Shoim mengatakan, pandemi covid-19 belum usai, bahkan di Kabupaten Cilacap kian meningkat. 

“Di samping usaha lahir, perlu kiranya ada usaha batin dengan mengumandangkan doa-doa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Semoga pandemi covid-19 di Kabupaten Cilacap bisa terkendali dan segera pulih seperti biasa,” kata KH Ahmad Shoim. 

Ia menambahkan, FKUB Cilacap dan Kementerian Agama serta Pemkab Cilacap mengadakan doa lintas agama untuk memohon kepada Allah SWT. Semoga yang telah wafat, telah gugur diampuni segala dosa dan ditempatkan di tempat yang paling mulia. Yang sedang berjuang melawan covid-19 disegerakan kesembuhannya.

Kegiatan ini ada 100 undangan via zoom meeting dan kehadiran pada sore ini telah mencapai 75 persen lebih, dan banyak yang mengikuti via Youtube.

“Semoga usaha batin kita pada sore ini didengar oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan dikabulkan doa-doa kita,” paparnya.




Iman Tabroni melanjutkan, hampir dua tahun lebih Indonesia dilanda pandemi covid-19. 

Bagi umat beragama, segala hal yang kita lakukan ini adalah tidak lain dan tidak bukan selain ikhtiar lahiriyah, yang tentu sudah banyak dilakukan bukan melalui imbauan atau arahan pemerintah dan Bupati Cilacap untuk kita lakukan.

“Tentu kita perlu batiniah, kita pasrah dalam segala hal yang terjadi di muka bumi ini yang menjadi gejala-gejala dan fenomena alam, apakah di dalamnya termasuk musibah. Tidak lain dan tidak bukan adalah kehendak-Nya,” ujarnya. 

Imam juga mengucapkan terimakasih kepada FKUB Kabupaten Cilacap yang menginisiasi program yang sangat luar biasa ini, dengan harapan bermanfaat dan mengetuk hati semuanya guna kembali bersemangat untuk Ketuhanan Yang Maha Esa, karena semuanya adalah milik Allah SWT.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh tokoh lintas agama yang hadir pada kesempatan hari ini untuk berdoa bersama. Terimakasih yang tidak terhingga saya ucapkan kepada Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji yang berkenan hadir,” ungkap Imam Tobroni.

Bupati Cilacap mengajak semua pihak sejenak merenung, menghayati, dan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini kita dapat bersilaturahmi dalam keadaan sehat walafiat untuk bersama-sama mengikuti kegiatan yang sungguh mulia dan penuh berkah, yakni doa bersama dari rumah.
“Kegiatan ini tentu sangat positif, karena selain sebagai wahana silaturahmi, juga sebagai media untuk berdoa bersama memohon kehadirat Allah SWT,” ucap Tatto. 

Menurutnya, segala upaya telah dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk menanggulangi penyebaran dan dampak buruk pandemi covid-19. 

Ia mengatakan, segala usaha juga harus diimbangi dengan doa yang dilangitkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Tatto meminta masyarakat untuk introspeksi diri, menerima keadaan, dan menjadi relawan untuk mengingatkan dan menjaga keluarga, saudara, dan lingkungan dari covid-19.

“Jaga saudara kita, jangan saling menyalahkan. Sekarang adalah bagaimana kita beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan kondisi ini.” kata Tatto.

Berpikir positif dan bersyukur, menurut Tatto adalah salah satu cara agar masyarakat bisa lebih mudah menjalani kehidupan di tengah pandemi. “Segala upaya telah dilakukan, sekarang kita harus meminta kepada Allah SWT, karena di atas dokter ada Tuhan, di atas obat-obatan ada Tuhan. Hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan,” imbuhnya.

Doa bersama dipimpin langsung oleh pemuka agama yang ada di Cilacap. Pemuka agama Islam oleh KH Jamun Efendi membacakan doa harapan, agama Kristen dipimpin oleh Pendeta Yosafat Ari Wibowo membacakan doa kekuatan, dan doa penyembuhan dibacakan oleh Romo Vincent Watun OMI dari agama Katolik.

Selanjutnya agama Hindu oleh Djoko Warsito membacakan doa keselamatan, Biksu Sunarso selaku pemuka agama Buddha membacakan abaya paritta dan dari agama Konghucu Zhang Lao Slamet Anwar membacakan doa ketaatan. (est/Red/BRP)

Pos terkait