Ke Gedung DPR, Laskar Merah Putih Perjuangan Tolak RUU HIP

BARITORAYAPOST. COM (Jakarta) – RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) disoal lagi. Meski, DPR-RI bersama pemerintah RI telah sepakat menunda pembahasan RUU HIP tersebut. 


Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) mendatangi Gedung DPR RI Jakarta (06/07/20202) dan menggelar jumpa pers, yang intinya menyatakan sikap politiknya menolak RUU tersebut. 


Kepada media Ketua Umum LMPP D Yusad Regar menyatakan, seluruh jajaran Pengurus LMPP Pusat dan Pengurus Daerah di 34 Provinsi dan 420 Kabupaten/Kota, 4080 Kecamatan se-Indonesia bersikap menolal RUU HIP. 


Mengapa menolak? Ini beberapa alasan yang dikemukakan. 


Pertama, bahwa RUU HIP tersebut akan menyeret NKRI kembali pada kegentingan daIam perdebatan diantara para tokoh nasional menjelang 18 Agustus 1945 yang akhimya umat Islam harus merelakan ”Kewajiban Menjalankan Syariat Islam” dihapus.


Membuka masalah ini sangat berbahaya karena selain menyayat luka lama juga akan memicu kegaduhan di tengah kualitas Nasionalisme yang nyaris punah serta kepakaran para tokoh nasional yang jauh dari layak. Apalagi dibandingkan dengan semangat nasionalisme dan kualitas kepakaran para tokoh nasional kala ltu.


Kedua, Bahwa pemunculan Rancangan UU HIP di tengah keprihatinan Nasional menghadapi Covid – 19 selain terkesan disengaja, berharap tidak ada demo penolakan karena protokol kesehatan juga DPR RI telah mencoreng martabatnya sendiri karena rakyat menilai DPR RI bebas Covid – 19 tapi positif terpapar virus komunisme atas diagnosa para pakar terhadap pasal 7 RUU HIP tersebut.


Ketiga, Patut diduga bahwa politisi yang positif terpapar Komunisme Virus (KOVID 20) di DPR RI menolak dikarantina karena mereka ingin virus komunisme (KOVID 20) terus merebak ke seluruh Nusantara melalui RUU HIP dan RUU HIP ini akan menjadi landasan menafsirkan Pancasila sesuka mereka yang pada akhimya negara ini dikhawatirkan bisa digolongkan sebagal negara suka suka.


Keempat, DPR RI melalui RUU HIP telah menciptakan Kovid 20 yang Iebih dahsyat dari Covid 19 karena daya ledaknya melebihi bom atom bahkan bisa menghancurkan negeri ini.


Berangkat dari perihal tersebut maka LMPP mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

  1. LMPP akan menggalang Jaringan yang dapat menguatkan perlawanan untuk mengagaIkan penetapan RUU HIP sebagai undang-undang.
  2. LMPP akan selalu aktif menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnva nasionallsme dalam sistem ketahanan nasional termasuk DPR RI agar lebih berdaulat dan bebas dari tekanan kepentingan pihak atau golongan tertentu.
  3. LMPP meminta kepada DPR RI untuk tidak bermain main dengan isu yang bisa memicu konflik antar sesama umat.
  4. LMPP mengingatkan DPR RI bahwa para anggota dewanpun dibesarkan di bawah naungan Pancasila itu sendiri.

“LMPP akan mengawal terus Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila agar segera dihentikan. Sebab Republik ini berdiri berkat Pancasila, tanpa Pancasila negara menjadi suka-suka,” kata Yusad Regar. (yes/red/BRP)

Pos terkait