Mantir Adat Tikam Badut hingga Tewas, Diduga Ada Dendam Lama

  • Whatsapp

Jasad Onong selaku korban terbujur kaku, ketika itu langsung didatangi anggota Polsek Kahut di Desa Sarian, Senin (14/6).
BARITORAYAPOSTCOM (Kuala Kurun) – Peristiwa pembunuhan kembali terjadi, diduga ada dendam lama yang menimpa Onong alias Bapak Badut.  Ia merupakan warga di Desa Karetau Sarian, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), pada Minggu (13/6) sekitar pukul 23.00 WIB.
Pelakunya, merupakan seorang mantir adat di Desa Karetau Sarian, yang berinisial HA alias BB. Ia menikam satu kali dari samping belakang korban, mengunakan pisau pinang alias langei. Lukanya tepat mengenai  bagian bawah dada kiri Badut. Akibatnya Badut seketika langsung menghembukan nafasnya di tempat kejadian.
Diceritakan oleh Polisi, kejadian berawal,  bahwa di desa tersebut ada acara pesta penikahan, kemudian ada perayaan seperti ada minum- minum (miras). Sayangnya, di sana tidak ada pemberitahuan ke wilayah Polsek Kahayan Hulu Utara (Kahut). 
Lalu, di sana pelaku ini diduga ada dendam. Karena sebelumnya, mereka berdua sempat ada permasalahan, di situlah HA  secara langsung menikam korban tanpa peringatan apapun. 
Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman SIK melalui Kasat Reskrim AKP Afif Hasan SH MM membenarkan adanya kejadian pembunuhan di wilayah Kecamatan Damang Batu. Yang mana, diduga pelakunya  merupakan mantir adat di desa tersebut. Kini pelaku sudah diamankan untuk diminta keterangan lanjutan.
“Pelaku HA ini merupakan mantir adat di desa itu. Akan tetapi kita masih belum bisa meminta keterangan lebih lanjut, karena pelaku ini masih ia shock, dan ia seperti ada penyesalan yang mendalam,” ucap AKP Afif Hasan, dikonfirmasi, Senin (14/6).
Dapat dikatakan, kejadian itu spontan dilakukan pelaku, atas dasar dugaan emosi yang mengakibatkan gelap mata, yang sebelumnya pelaku ikut minum miras dalam pesta tersebut. Usai korban meninggal, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Kahut.
“Pada saat malam itu juga pelaku bersama anggota keluarganya pergi dari desa itu, ke Kecamatan Kahut untuk menyerahkan diri,” pungkas dia. (Cp/reD/BRP)

Pos terkait