Baritorayapost.com,BARABAI Desa Kasarangan, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), resmi menjadi lokasi perdana pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan fasilitas pendukung Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Peletakan batu pertama yang digelar pada Jumat (17/10/2025) itu menandai dimulainya pengembangan koperasi Merah Putih di daerah setempat.
Prosesi ground breaking dilakukan Asisten Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ahmad Zaid, mewakili Bupati HST. Ia hadir bersama Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, unsur Forkopimda, Kepala Dinas PMD HST, Kepala Dinas Perdagangan, para camat, pambakal, serta jajaran pengurus Kopdeskel.
Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih dilaksanakan serentak di seluruh provinsi di Indonesia. Sesuai arahan pimpinan, tahap awal pembangunan dilakukan di 800 titik dan akan terus diperluas hingga mencapai 20.000 sampai 80.000 titik di masa mendatang.
Ia menegaskan bahwa Desa Kasarangan menjadi desa pertama di HST yang memulai pembangunan fisik koperasi ini. Dandim berharap langkah tersebut dapat menjadi pemicu semangat desa lain untuk memperkuat kemandirian ekonomi berbasis koperasi.
Asisten Bupati Ahmad Zaid menambahkan bahwa Pemkab HST memberikan dukungan penuh atas pembangunan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden RI yang harus diwujudkan bersama-sama sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui gotong royong.
Ketua Koperasi Merah Putih Desa Kasarangan, Eddi Maimun, memaparkan bahwa bangunan koperasi direncanakan berdiri di atas lahan seluas lapangan sepak bola, dengan ukuran fisik sekitar 30 x 30 meter. Struktur kepengurusan juga telah terbentuk, terdiri dari delapan pengurus dan 35 anggota koperasi.
Ia menjelaskan bahwa koperasi akan menjalankan tujuh unit bisnis sesuai ketentuan Koperasi Merah Putih, di antaranya kantor koperasi, kios pengadaan sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, sistem pergudangan atau cold storage, serta sarana logistik. Eddi berharap koperasi ini dapat berjalan sesuai harapan, memperkuat perekonomian desa, meningkatkan kesejahteraan warga, dan membuka lapangan kerja.
Sementara itu, Kabid Koperasi Dinas Perdagangan HST, Hasriani, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memberikan pendampingan agar koperasi ini dapat beroperasi secara optimal. Selain itu, pelatihan juga telah diberikan kepada 167 pengurus Koperasi Merah Putih di HST guna mendukung kelancaran operasional mereka.
(mask95).









