baritorayapost.com, BARITO TIMUR – Polisi sektor (Polsek) Dusun Timur himbau warga hindari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tugasnya. Hal itu disampaikan Kapolsek Dustim, IPDA Sulkhan Susuri, S.E usai melaksanakan sosialisasi di beberapa tempat rawan kebakaran.
“Hari ini pada tanggal 4 Agustus 2025 jam 11.15 Wib s/d Selesai, Kami Polsek Dustim melaksanakan kegiatan sosialisasi di Kelurahan Tamiang Layang Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah,” ucap Sulkhan saat diwawancarai awak media.
Selain melakukan sosialisasi, sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan atau hutan dengan cara membakar guna pencegahan terjadinya kabut asap dan bahaya pencemaran lingkungan.
“Kita juga membentangkan Spanduk Stop Pembakaran Hutan dan Lahan, yang isinya mencantumkan sangsi pidana terhadap pihak manapun yang dengan sengaja membuka lahan maupun hutan dengan jalan membakar,” tegasnya.
Sulkhan juga mengungkapkan bahwa bentuk sosialisasi tersebut, masyarakat mengerti dan memahami tentang bahaya yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan serta lahan, sehingga masyarakat tidak akan membuka lahan dengan jalan membakar.
“Kami bersyukur bahwa masyarakat mengerti yang kami sampaikan pada saat sosialisasi, dan selama giat situasi Kondusif terkendali,” ungkapnya.

Disamping itu, Sulkhan mengatakan telah memantau titik koordinat wilayah yang rawan kebakaran dengan pantauan satelit NASA-NOAA20.
“Di lapangan kami temukan 2 (dua) Hotspot yang terdeteksi yang terdapat di areal Wilayah Desa Telang kecamatan Paju Epat,” terangnya.
Adapun potensi kerawanan yakni, Kondisi cuaca yang panas tidak ada curah hujan/ memasuki musim kemarau dan di manfaatkan warga untuk membuka lahan semak belukar.
“Tindakan Kepolisian Personil Polres Bartim dan Polsek Dustim dan karyawan PT ISA 2 melakukan Pengecekan TKP titik Hotspot, adapun 2 titik hotspot merupakan bedengan bedengan dengan jarak yg berdekatan. Dan kita berkoordinasi dengan pihak Desa Telang dan perusahaan terdekat utk mencari informasi lokasi titik hotspot,” jelasnya.
Dari hasil pengecekan, lanjut Sulkhan menjelaskan bahwa jarak titik hotspot di tempuh sekitar 30 Km dari Polsek Dusun Timur menuju ke Titik hotspot ± 50 Menit perjalanan darat dan dua titik hotspot tersebut berada dalam lokasi areal jalur jalan houling PT. BNJM tepatnya di kebun milik masyarakat yg sudah di lineclearing dan ditanami pohon sawit tercepat menggunakan R4 untuk mencapai TKP titik Hotspot.
Lahan yang terbakar adalah semak belukar atau bedengan tumpukan bekas gusuran dan simpukan atau lineclearing lahan untuk ditanami pohon sawit dan adapun luas yg terbakar kurang lebih 0,5 Ha dan diduga pemilik lahan atas nama Sdr OKTOMASMO Informasi yang di dapat dari warga sekitar.
“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya. (BRP)










