baritorayapost.com, PULANG PISAU – Sejak menggunakan metode mulsa tanpa olah tanah (MTOT) dan pengunaan pupuk daun cangkang telur pada tanaman cabe, tomat dan terong, salah satu petani di Desa Anjir Pulang Pisau bernama Ahmad Irjin mengaku mengalami banyak perbedaan, dimana untuk pertumbuhan tanaman cabe, tomat dan terong sangat subur dan hasil buahnya jauh lebih baik
” Sejak menggunakan metode ini, pertumbuhan tanaman sangat subur sehingga hasil panen cabe, terong dan tomat sangat baik dibandingkan sebelum mengunakan metode ini, ” ucap Ahmad Irjin, Selasa (23/7/2024).
Sementara Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, Suhaimi menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan budidaya holtikultura menggunakan metode mulsa tanpa olah tanah dan pengunaan pupuk cangkang telur ini.
” Karena kegiatan mendukung program pemerintah yakni membuka lahan tanpa bakar. Kemudian bahan-bahan yang digunakan juga ada disekitar dilingkungan kita, seperti jerami, daun dan rumput dan yang tidak kalah pentingnya adalah pemanfaatan limbah rumah tangga cangkang telur, ” ucap Suhaimi
Program ini juga kata Suhaimi, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan menekan laju inflasi.
” Apalagi cabe ini merupakan salah satu penyumbang inflasi sehingga dengan adanya budidaya tanaman cabe ini juga diharapkan bisa membantu menekan laju inflasi, ” pungkasnya
Terpisah Fasilitator Provinsi Kalimantan Tengah Program Udara Bersih Field Indonesia, Suhada mengatakan bahwa kegiatan Jurnalis Visit ini untuk melihat secara langsung budidaya tanaman cabai, tomat dan terong menggunakan metode mulsa tanpa olah tanah (MTOT) dan juga penggunaan pupuk daun dari cangkang telur di lahan milik Ahmad Irjin Desa Anjir Pulang Pisau Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau.
Kegiatan ini juga kata Suhada dalam rangka untuk mempromosikan kepada para petani, bahwa bertani tanpa membakar lahan itu bisa, dengan menggunakan media-media yang ada disekitar kita seperti rumput-rumput, limbah rumah tangga seperti cangkang telur.
” Alhamdulillah, hasilnya yang seperti kita lihat ini. Selanjutnya program kegiatan ini akan kita sosialisasikan kepada para petani yang ada di Kabupaten Pulang Pisau, baik untuk tanaman holtikultura maupun tanaman padi, ” ungkapnya
Suhada mengajak kepada para petani, khususnya di wilayah Kabupaten Pulang Pisau yang akan membuka lahan agar tidak dengan cara membakar, baik untuk tanaman padi maupun lahan untuk tanaman holtikultura.
Suhada mengaku bahwa kendala yang dihadapi dalam program MTOT adalah sulitnya memberikan keyakinan kepada para petani. Karena kata Suhada , sugesti mereka itu bahwa bertani tanpa membakar lahan itu kurang bagus.
” Inilah tantangan bagi kami, terutama bagi para kader-kader bagaimana bisa meyakinkan para petani bahwa bertani tanpa membakar lahan itu bisa dan salah satu metodenya adalah mempromosikan kegiatan-kegiatan metode mulsa tanpa olah tanah atau MTOT, ” pungkasnya (BRP)









