Selain itu, Langkah awal mengantisipasi lonjakan penduduk yang berlebihan, kemudian kita persiapkan SDM kita semaksimal mungkin dengan memberikan pendidikan yang baik maupun pelatihan-peletihan yang menunjang untuk kesiapan IKN dan tidak lupa untuk menjaga sumber daya alam kita agar tetap terjaga dan lestari demi anak cucu kita sebagai generasi penerus bangsa.
” Tantangannya adalah mempersiapkan infrastruktur yang memadai untuk proses pemindahan IKN tersebut, seperti yang kita ketahui gerbang utama ada di Balikpapan sehingga untuk menuju IKN membutuhkan alat transportasi untuk sampai ke tempat tujuan, ini harusnya kita pikirkan dari sekarang dan dibangun terlebih dahulu sehingga dapat memperlancar prosesnya, ujarnya.
Pria yang kerap disapa Roni menambahkan, Harapan saya dapat memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal, jangan sampai justru hanya dimanfaatkan SDA saja tanpa mempedulikan nasib SDM yang ada di Kaltim. Karena itu saya meminta kepada seluruh ketua adat yang ada di Kaltim dapat bersatu menjaga tanah leluhur kita dengan mengutamakan adat istiadat yang beradab tentunya ini menjadi peluang besar bagi kita warga Kaltim untuk menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita mampu dan siap menjadi IKN yang baru.
” Dampak positif hadirnya IKN, taraf hidup masyarakat dapat lebih sejahtera dan juga pemerataan pembangunan di seluruh daerah di Kaltim khususnya Balikpapan menjadi yang sangat diuntungkan karenanya gerbang utama untuk ke IKN dari segi ekonomi pastinya dan harapannya akan meningkatkan dari segi sosial budaya juga akan sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia dan seluruh dunia. Saya sebagai ketua siap membantu Pemerintah menjadi Garda terdepan bersama TNI dan Polri dalam menjaga kondusifitas proyek pembangunan IKN,” Pungkasnya. (BRP).