baritorayapost.com, BARABAI – Persiapan MTsN 5 Hulu Sungai Tengah (HST) menghadapi penilaian Sekolah Sehat tingkat Provinsi Kalimantan Selatan semakin dimatangkan.
Madrasah yang berada di Desa Pagat, Kecamatan Batu Benawa, tersebut mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten HST. Wakil Bupati HST H Gusti Rosyadi Elmi bahkan turun langsung meninjau kondisi UKS dan sejumlah fasilitas pendukung di madrasah, Kamis (1/10/2026).
Didampingi Asisten I Setkab HST H Ainur Rafiq serta sejumlah pejabat terkait, Wabup melihat langsung kesiapan MTsN 5 HST yang akan membawa nama Kabupaten HST pada penilaian tingkat provinsi.
Gusti Rosyadi mengapresiasi kondisi UKS yang dinilainya sudah sangat baik. Meski demikian, ia menyebut masih terdapat sejumlah hal yang perlu disempurnakan sebelum tim penilai provinsi datang.
“Ulun sangat mengapresiasi UKS di MTsN 5 HST ini setelah melihat langsung keberadaannya. Kondisinya sangat bagus, tinggal beberapa hal kecil yang perlu perbaikan,” ujar Gusti Rosyadi.
MTsN 5 HST sebelumnya berhasil menjadi juara lomba Sekolah Sehat tingkat Kabupaten HST untuk jenjang SLTP/MTs.
Prestasi tersebut membuat madrasah ini dipercaya menjadi wakil HST pada ajang tingkat Provinsi Kalsel.
Untuk jenjang lainnya, HST juga mengirimkan SDN Pajukungan pada kategori SD/MI dan SMAN 1 Barabai untuk kategori SLTA/MA.
Wabup menegaskan, Pemkab HST siap memberikan dukungan secara berkelanjutan. Masukan maupun hasil review tim pembina akan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan sebelum hari penilaian.
“Ulun sangat mendukung keberadaan UKS MTsN 5 ini. Ulun berharap dan berdoa semoga UKS madrasah tingkat pertama ini menjadi juara terbaik dan mudah-mudahan selalu memberikan hasil yang terbaik,” katanya.
Bukan Sekadar Bersih
Kepala MTsN 5 HST Fadlul Yamani mengatakan, penilaian tingkat Provinsi Kalsel dijadwalkan berlangsung pada 6 Oktober 2026.
Menurutnya, menghadapi penilaian tersebut pihak madrasah tidak hanya mengejar tampilan fisik lingkungan yang bersih dan rapi.
Lebih dari itu, pembiasaan hidup sehat menjadi salah satu fokus utama yang terus diperkuat.
“Penilaian level provinsi berfokus pada habituasi, komitmen manajemen sekolah, keterlibatan peserta didik, hingga sinergi bersama Puskesmas Pagat, Dinas Kesehatan dan dinas terkait,” jelas Fadlul.
Sejumlah strategi pun telah disiapkan. Di antaranya penguatan empat pilar UKS, pemenuhan standar fasilitas kunci, pembenahan administrasi hingga pemberdayaan kader kesehatan atau dokter kecil.
Madrasah juga menonjolkan inovasi berbasis lingkungan. Salah satunya memanfaatkan limbah air dari pendingin udara (AC) untuk menyiram tanaman obat keluarga (Toga).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya MTsN 5 HST membangun lingkungan madrasah yang tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Untuk mengukur kesiapan, simulasi dan evaluasi mandiri juga dilakukan secara rutin.
Fadlul berharap seluruh persiapan yang dilakukan dapat memberikan hasil maksimal saat penilaian provinsi.
“Raihan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh warga madrasah untuk terus memberikan yang terbaik demi membawa nama harum Hulu Sungai Tengah di tingkat provinsi,” pungkas Fadlul, yang juga Ketua GP Ansor HST.(mask95).









