Tekan inflasi, Gubernur Kalsel dan Bupati HST pantau harga pangan di Barabai

baritorayapost.com, BARABAI – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin bersama Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Keramat Barabai, Kabupaten HST, Senin (10/8), sebagai upaya mengendalikan inflasi daerah.

Sidak tersebut dilakukan menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS) RI yang mencatat inflasi Kalsel sebesar 4,28 persen. Angka tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang mencapai 4,47 persen, namun masih menjadi perhatian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Dalam sidak tersebut, Gubernur H Muhidin dan Bupati Samsul Rizal memantau langsung harga sejumlah komoditas, mulai dari beras, ayam, ikan, daging, minyak goreng hingga sayur-mayur.

Dari hasil pemantauan, harga ayam dan daging mengalami sedikit kenaikan yang dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Kabupaten HST merupakan tertinggi ketiga di wilayah Kalsel setelah Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Kotabaru,” kata Gubernur Kalsel H Muhidin.

Menurut Muhidin, kondisi inflasi di HST memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sejumlah daerah lainnya karena meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang tradisi peringatan Maulid Nabi yang berlangsung hampir sepanjang bulan di berbagai desa.

“Di Barabai, maulid akan diperingati warga satu bulan penuh pada hampir seluruh desa secara bergiliran. Ini mungkin menjadi salah satu faktor inflasi di HST meningkat. Pedagang pun membenarkan setiap menjelang bulan maulid barang pokok pasti naik,” ujarnya.

Muhidin mengatakan pemerintah daerah akan melakukan sejumlah langkah intervensi untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, salah satunya melalui subsidi beras yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten HST.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan HST Irfan Sunarko mengatakan Pemkab HST dalam beberapa bulan terakhir terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi, salah satunya melalui pelaksanaan operasi pasar murah di seluruh kecamatan.

“Intervensi inflasi terus dilakukan melalui operasi pasar murah,” katanya.

Selain operasi pasar murah, Pemkab HST juga akan bekerja sama dengan Perum Bulog untuk melakukan intervensi terhadap komoditas beras menjelang momentum peringatan Maulid Nabi.

Irfan menjelaskan beras yang akan diintervensi merupakan beras siam yang nantinya dipasarkan dengan nama “Siam Bupati”.

Saat ini, harga beras siam di pasaran berada di kisaran Rp15.000 per liter. Melalui subsidi pemerintah daerah, harga beras tersebut ditargetkan dapat ditekan menjadi sekitar Rp10.000 per liter di Pasar Keramat Barabai.

“Saat ini beras siam harganya sekitar Rp15.000 per liter, nantinya akan disubsidi pemerintah daerah sehingga harga beras ‘Siam Bupati’ di Pasar Keramat Barabai bisa menjadi Rp10.000 per liter,” jelasnya.

Irfan mengatakan kuota beras yang akan mendapatkan subsidi tersebut masih dalam tahap pembahasan dan ditargetkan selesai difinalisasi pada Rabu (12/8).

Kepala Perum Bulog Barabai M Riza Wahyudi mengatakan pihaknya siap mendukung program intervensi harga beras yang dilakukan pemerintah daerah.

Menurut dia, mekanisme distribusi beras subsidi tetap akan memperhatikan margin keuntungan pedagang sehingga intervensi pemerintah tidak mengganggu aktivitas perdagangan di pasar.

“Pendistribusian berasnya dipastikan pada bulan Agustus ini sebagaimana persiapan maulid dan menekan inflasi,” katanya.

Pemerintah daerah berharap berbagai langkah intervensi tersebut dapat menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi di Kabupaten HST, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.(mask95).

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait