baritorayapost.com, PALANGKA RAYA – Selain persoalan aset, Djarot juga meminta agar Kantor DPD PDI Perjuangan Kalteng yang sempat lama tidak difungsikan dapat kembali ditata dan dimanfaatkan secara maksimal.
Ia mengajak seluruh kader untuk melakukan kerja bakti dan gotong royong membersihkan serta menata kantor partai tersebut.
“Karena kantor partai ini lama tidak difungsikan, maka saya minta untuk dirawat, ditata, dibersihkan dengan kerja bakti gotong royong semua kader,” katanya.
Djarot menegaskan, kantor partai tidak hanya digunakan untuk kepentingan internal organisasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
“Selanjutnya bisa digunakan untuk kegiatan partai juga untuk kegiatan masyarakat, karena kantor partai pada dasarnya adalah kantor rakyat yang bisa diakomodir untuk kegiatan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Djarot juga menjelaskan mengenai hubungan historis PDI Perjuangan dengan Kalimantan Tengah dan masyarakat Dayak.
Saat ditanya awak media mengenai pandangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terhadap Kalimantan Tengah, Djarot menyebut hubungan tersebut memiliki akar sejarah yang kuat.

Menurut Djarot, Kalimantan Tengah memiliki posisi penting dalam wawasan kebangsaan dan memiliki tempat tersendiri dalam sejarah perjuangan Bung Karno.
“Kalteng ini kan semuanya wacana masyarakat sudah tahu, Kalteng ini adalah salah satu wawasan nasional, kebanggaan Bung Karno. Bung Karno betul-betul sangat bangga kepada keberanian dari Suku Dayak,” ujarnya.
Ia menyebut kedekatan historis tersebut kemudian menjadi salah satu alasan kuat perhatian Megawati terhadap Kalimantan Tengah dan masyarakat Dayak.
“Jadi ikatan antara Bung Karno, Bu Mega dengan Kalimantan Tengah itu sangat erat,” kata Djarot.
Djarot bahkan mengungkapkan bahwa pada masa lalu PDI Perjuangan di Kalimantan Tengah pernah dipersepsikan dengan sebutan “Partai Dayak Indonesia”.
“Jadi betapa ikatan kita dengan Suku Dayak itu sangat kental, bukan hanya di Kalimantan Tengah tapi juga di Kalimantan Barat. Jadi Ibu Mega sangat kasih perhatian,” ungkapnya.
Konsolidasi dan Kerja Kerakyatan Pendidikan politik dan rapat konsolidasi tersebut menjadi bagian dari langkah PDI Perjuangan Kalteng dalam memperkuat organisasi sekaligus memastikan seluruh kader tetap hadir di tengah masyarakat.
Konsolidasi tidak hanya diarahkan untuk menghadapi kontestasi politik, tetapi juga membangun kembali kekuatan struktur partai dari tingkat provinsi hingga ranting dan anak ranting.
Dengan penataan organisasi, pembenahan aset serta pemanfaatan kantor partai sebagai ruang kegiatan masyarakat, PDI Perjuangan Kalteng diharapkan semakin dekat dengan rakyat.
Bagi PDI Perjuangan, penguatan struktur bukan semata-mata tentang menghadapi pemilu, tetapi bagaimana memastikan partai tetap hadir, mendengar aspirasi dan bekerja bersama masyarakat. Kantor partai pun diharapkan tidak sekadar menjadi simbol organisasi, melainkan benar-benar menjadi “kantor rakyat” yang terbuka untuk kegiatan dan kepentingan masyarakat. (Lsy/BRP)










