Kotim (07/11/2021) – Dalam rangka pembinaan generasi muda, Kapolres Kotim jajaran Polda Kalteng, memberikan ceramah Kajian Milenial Kotim yang dilaksanakan di halaman Posko Komunitas Seminggu 1000 Berkah, Jalan Jenderal Ahmad Yani Sampit, Kabupaten Kotim, Provinsi Kalteng
Kegiatan Kajian Bareng dengan mengangkat Tema “ON THE WAY JADI MILENIAL berPERAN (PERubahan dan kemajuAN)” dimana sebagai Penceramahnya adalah Kapolres Kotim AKBP. Abdoel Harris Jakin, S.I.K, M.Si bekerja sama dengan Komuinitas Sosial Seminggu 1000 Berkah ini terbuka untuk umum, kaum remaja Milenial maupun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dengan mematuhi Protokol Kesehatan. Kamis (04/11) 19.00 Wib.
Pada awal Kajiannya Kapolres mengulas pengertian pembagian Generasi berdasarkan tahun lahir periode khusus, antara lain Generasi Baby Boomers (1946-1964) pada saat mulai meledaknya jumlah kelahiran pasca perang dunia, kemudian Generasi X (1965-1980), selanjutnya Generasi Y (1980-1995) yang selanjutnya di sebut dengan Generasi Milenial karena telah memasuki era Milenium baru, dimana antara Generasi X dan Y ini ada memiliki persamaan kemiripan, karena sama-sama dibesarkan dalam lingkungan berteknologi, utamanya telah mengenal Media Sosial.
Karakter dari Generasi Milenial ini salah satunya adalah mudah cemas atau dihinggapi ketakutan hanya dengan masalah sepele salah satu contoh semisal sedikit mendapat Folower atau Like sedikit di akun media sosialnya, atau mendapat Kritik serta menemui Haters dan lain sebagainya.
Milenial yang berPERAN (PERubahan dan kemajuAN) bukan Baperan (Bawa Perasaan) adalah generasi yang bisa terus maju berubah terus kearah yang lebih baik, diawali dari diri sendiri dimulai dengan hal-hal kecil, jangan menunda tunggu nanti melainkan dari saat ini juga, renungi dan nilai kekurangan diri sendiri secara objektif maka kita akan tahu bagaimana tingkatan potensi diri, kenali kelemahan diri sendiri, selanjutnya bercermin pada orang terdekat minta pendapat nasehatnya, kenali kekurangan diri dari orang yang membenci kita (Haters) manfaatkanlah sebagai bahan Intropeksi koreksi perbaikan diri kita.
“ Ambil Hikmahnya saja, bahwa semakin banyak Haters yang menggunjing membuka aib kita, maka semakin banyak Dosa kita dikurangi yang justru berpindah kepada Haters, sedangkan semua pahala amal yang dimiliki Haters akan berpindah kepada kita semua, berterima kasihlah kepada Haters yang telah membentengi kita supaya tidak menjadi lebih buruk lagi” ungkapnya.
Menyikapi fenomena Penggunaan Media Kapolres mengimbau agar dibisa menggunakannya dengan Bijak, jangan sampai kita terjerumus kepada Dosa Riya (Perbuatan Amal yang ditunjukan untuk mengharap sanjungan) yang sifatnya pribadi, ini berbeda hal dan tidak bisa disamakan misalnya Komunitas Sosial memposting kegiatannya atau kegiatan Kepolisian yang diposting di Medsos, hal ini dilakukan bukanlah untuk memperoleh sanjungan namun adalah sebuah bentuk laporan pertanggungjawaban.
Fenomena Media Sosial yang lain adalah tanpa sadar sudah menjadi ajang Ghibah (Membicarakan keburukan orang) Jika yang dighibahkan itu memang benar adanya berarti Kita sudah membuka Aib Saudara kita, perlu disadari bahwa Allah.SWT saja masih menutupi Aib kita semua, kemudian jika Ghibah yang kita lakukan itu Salah maka akan menjadi Fitnah, Jangan sampai Allah.SWT menegur kita dengan membuka Aib yang kita lakukan, maka tidak bisa dibayangkan betapa malunya kita. Maka berhati-hatilah menggunakan jari kita memberikan komentar di Media Sosial, akan lebih baik jika kita pergunakan pada hal yang bisa memberikan manfaat.
Terakhir Kapolres Kotim mengharapkan pertemuan dengan Milenial ini mendapat Ridho dari Allah.SWT menjadikan kita semua menjadi pribadi lebih baik, dijauhkan dari segala bentuk Kemunkaran, serta bisa memberikan manfaat bagi semua, pungkasnya. (Hums-Spt)









