Baritorayapost.com, Tumbang Nusa, 22 Oktober 2026 — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah melaksanakan hari ketiga sekaligus penutupan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Lifeskill Program Pemberdayaan Alternatif bagi masyarakat di kawasan rawan narkoba wilayah perdesaan, bertempat di Aula Desa Tumbang Nusa RT 02, Kamis (22/10).
Kegiatan ini didampingi oleh Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Kalimantan Tengah, Wahyudi, S.KM., Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat, Dwi Prawitarini Soedijardjo, S.E., beserta anggota. Pelaksanaan pelatihan turut melibatkan instruktur dari Balai Latihan Kerja (BLK).
Pada hari ketiga, peserta melanjutkan praktik keterampilan pengelasan dan pembubutan dengan membuat rak bunga berbentuk sepeda. Tahapan kegiatan meliputi penyelesaian konstruksi, proses finishing, hingga pengecatan produk. Pelatihan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha produktif.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan keterampilan yang telah diperoleh secara mandiri, meningkatkan kreativitas dan produktivitas, serta membagikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat lainnya di lingkungan desa. Dengan demikian, keterampilan yang diberikan diharapkan dapat menjadi salah satu modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung upaya pemberdayaan alternatif di kawasan rawan narkoba.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penutupan Bimtek Lifeskill bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba di Wilayah Perdesaan Desa Tumbang Nusa, yang dipimpin oleh Koordinator P2M BNNP Kalimantan Tengah, Wahyudi, S.KM., bersama Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat, Dwi Prawitarini Soedijardjo, S.E., beserta anggota.
Melalui program pemberdayaan alternatif ini, BNNP Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan potensi ekonomi lokal. Upaya tersebut merupakan bagian dari pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk membangun lingkungan yang produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan terhadap ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
BNNP Kalimantan Tengah









