“Terima kasih ya karena selama ini support yang kami dapatkan di sini masih terbatas. Jadi apa yang dilakukan kawan-kawan ikatan wartawan online di Barito Timur ini sangat membantu meringankan beban kami,” ucapnya.
Menurut Eldad, anak asuhnya berjumlah 15 orang dan rata-rata berstatus anak yatim piatu atau tidak memiliki orang tua lagi.
“Saya mulai pelayanan ini tahun 2018 dengan 2 orang anak, namun pada tahun 2020 dan 2021 jumlahnya terus meningkat hingga menjadi 15 orang. Mereka dari usia sekolah dasar hingga kuliah, ada satu yang kuliah di universitas terbuka dan membantu pelayanan di sini,” ungkapnya.
Dengan jumlah anak asuh yang terus meningkat maka beban Eldad dan istri sebagai orang tua asuh juga semakin berat. Karena itu dia berharap bantuan seperti itu dapat terus berlanjut.
“Selama ini baru ada satu perusahaan yang pertambangan yang membantu, namun perusahaan yang beroperasi di sekitar sini belum, mudah-mudahan ke depan semakin banyak pihak-pihak yang perduli kepada anak-anak yatim piatu yang berasal dari keluarga tidak mampu ini,” pungkasnya. (BRP)










