Dari Rumah Betang Hapakat, FPPI Kalteng Tegaskan Peran Strategis Perempuan

Baritorayapost.com, Palangka Raya -Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Kalimantan Tengah resmi dilantik kepengurusan barunya pada Senin, 20 April 2026, setelah sebelumnya sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Sabtu, 18 April 2026. Dalam Musda tersebut, Lely H. Tundang, S.S., M.M kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin FPPI Kalteng untuk periode kedua.

Pelantikan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPPI, Dr. Marlinda Irwanti, S.E., M.Si beserta jajaran pengurus pusat. Meski dilakukan secara virtual, prosesi tetap berlangsung khidmat dari lokasi yang sama dengan pelaksanaan Musda, yakni Rumah Betang Hapakat di Jalan RTA Milono, Palangkaraya.

Bacaan Lainnya

Saat dibincangi awak media, Lely H. Tundang menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program pemberdayaan perempuan dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta kearifan lokal Dayak. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan dan harus diberi ruang yang setara untuk berkembang.

“Sebagai perempuan Indonesia yang berideologi Pancasila dan perempuan Dayak yang menjunjung tinggi falsafah Huma Betang, kami akan terus berkontribusi dalam pembangunan sosial,” ujarnya. 

Ia juga menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi antar perempuan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Lely menambahkan bahwa FPPI tidak ingin perempuan dipandang sebelah mata. Menurutnya, perempuan memiliki hak yang sama untuk bersuara dan memperoleh kehidupan sosial yang lebih baik. Oleh karena itu, organisasi ini akan terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan di berbagai sektor.

Salah satu fokus utama program FPPI ke depan adalah pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pertanian berbasis rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayur, buah, hingga budidaya jamur menjadi langkah konkret yang akan didorong oleh organisasi ini.

Selain itu, FPPI juga berencana menjalin kerja sama dengan berbagai dinas terkait guna memperkuat program-program pemberdayaan yang berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, diharapkan perempuan di Kalimantan Tengah dapat lebih mandiri secara ekonomi dan sosial.

Di akhir pernyataannya, Lely berharap adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah terhadap upaya-upaya yang dilakukan FPPI. Ia optimistis bahwa dengan kolaborasi yang baik, perempuan dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Header

Pos terkait