Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta dari 11 kabupaten/kota, Rakorda juga mengangkat isu-isu penting seperti mobilisasi dan dukungan dari pemerintah daerah. Mustain yang menggambarkan geografis Kalimantan Tengah memerlukan sinergi yang kuat, terutama terkait anggaran operasional dan dukungan pendukung pengumpulan zakat, termasuk dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) Muslim dan perusahaan-perusahaan besar.
“Pemanfaatan dana zakat perusahaan dan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah sangat dibutuhkan. Meski beberapa perusahaan sudah berkontribusi, seperti yang berlokasi di Kotawaringin Barat dan Kota Palangka Raya, masih banyak kolaborasi yang masih perlu digiatkan,” imbuhnya.
Rakorda BAZNAS Kalimantan Tengah diharapkan menjadi momentum untuk merumuskan langkah-langkah konkrit sehingga zakat dapat terus memberdayakan umat dan mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat. Melalui sinergi yang kuat, BAZNAS optimis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi Kalimantan Tengah yang penuh keberkahan.
Rakorda dihadiri Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum BAZNAS RI Nur Chamdani, Ketua BAZNAS Provinsi Kalteng Mustain Khaitami beserta seluruh jajaran, Perwakilan Kepala Perangkat Daerah dan Pimpinan Instansi Vertikal Prov. Kalteng, Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota Se-Kalteng, Alim Ulama, Pimpinan Perguruan Tinggi, dan Ormas Islam.







