Baritorayapost.com, Palangka Raya – Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia menggelar Pertemuan Regional 2026 di Kalawa Convention Hall, Jalan Tjilik Riwut Km 6,5, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kegiatan yang mengangkat tema “Bahagia Selamanya” tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (31/7/2026) hingga Minggu (2/8/2026).
Pertemuan regional ini diikuti Saksi-Saksi Yehuwa dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin hadir dan mengikuti rangkaian acara.
Bagian Humas/Juru Bicara Lokal Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia, Kuat Sudarmaji, mengatakan Pertemuan Regional 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di berbagai negara melalui 19 pertemuan internasional.
“Rangkaian acara Pertemuan Regional 2026 ini digelar di berbagai negara melalui 19 Pertemuan Internasional, antara lain di Afrika Selatan, Portugal, Thailand, dan berbagai kota di Indonesia, termasuk di Palangka Raya,” kata Kuat.
Menurutnya, pada hari pertama kegiatan di Palangka Raya, jumlah jemaat yang hadir mencapai sekitar 800 orang. Selain Saksi-Saksi Yehuwa, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk kepolisian dan wartawan.
Rangkaian acara diisi dengan ceramah, pemutaran video, serta pembahasan berbagai materi yang berlandaskan Alkitab. Beberapa materi utama yang disampaikan antara lain “Benar-Benar Bahagia Selamanya—Apa Masuk Akal?”, “Kenapa Kalian Khawatir?”, dan “Apakah Anda Sudah Menemukan Harta Itu?”
Kuat menjelaskan, melalui kegiatan tersebut pihaknya berharap para peserta maupun masyarakat yang hadir dapat memperoleh penguatan dari ajaran Alkitab dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Kami berharap siapapun yang hadir di acara ini dan mengikuti serta melihat kegiatan ini bisa mendapatkan sesuatu yang menguatkan dari Kitab Suci, sehingga mereka punya kebahagiaan yang bertahan selamanya, bukan hanya dalam situasi sekarang, tetapi juga seterusnya,” ujarnya.
Belajar Alkitab dan Menghadapi Persoalan Kehidupan
Selain ceramah dan pemutaran video, Saksi-Saksi Yehuwa juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berdiskusi maupun mempelajari Alkitab secara berkesinambungan.
Kegiatan belajar Alkitab tersebut, kata Kuat, ditujukan bagi siapa saja yang memiliki ketertarikan untuk mengetahui lebih jauh mengenai isi dan pesan Alkitab serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Sigar Selahatan dari
Departemen Pembaptisan menjelaskan, pembelajaran Alkitab diharapkan dapat membantu seseorang tetap memiliki ketabahan dan kebahagiaan meskipun menghadapi berbagai persoalan.
“Buat orang yang belajar Alkitab, mereka bisa mendapatkan kebahagiaan meskipun menghadapi situasi sulit, seperti problema rumah tangga, ekonomi, pekerjaan ataupun kesehatan. Setidaknya informasi dan pelajaran yang mereka dapat bisa membuat mereka lebih sabar dan tabah dalam menghadapi kesulitan,” jelasnya.
Salah satu agenda penting dalam Pertemuan Regional 2026 ini adalah pembaptisan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu siang.
Pembaptisan tersebut diperuntukkan bagi orang-orang yang telah mempelajari Alkitab dan kemudian mengambil keputusan secara pribadi untuk menjadi Saksi-Saksi Yehuwa. Menurut Sigar, keputusan tersebut merupakan bagian dari perjalanan iman setelah mereka menjalani pembelajaran Alkitab.
“Pelajaran Alkitab tadi membuat mereka selalu sabar dan tetap bahagia. Itu dibuktikan pada hari Sabtu nanti ketika mereka memutuskan untuk dibaptis sebagai Saksi-Saksi Yehuwa,” katanya.
Tak Hanya Kegiatan Keagamaan, Peduli Kemanusiaan Kuat menambahkan, kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga mencakup kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Ia menyebut, Saksi-Saksi Yehuwa pernah terlibat dalam bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam, termasuk saat bencana tsunami di Aceh dan gempa bumi di Sulawesi.
Bantuan yang diberikan antara lain berupa pembagian sembako hingga membantu memperbaiki rumah warga yang terdampak bencana.
“Untuk kegiatan sosial, Saksi-Saksi Yehuwa juga ada. Kami pernah membantu kemanusiaan untuk bencana alam, waktu ada tsunami di Aceh dan gempa di Sulawesi, seperti pembagian sembako dan perbaikan rumah-rumah bagi yang terkena bencana,” ungkap Kuat.
Untuk penyampaian materi selama Pertemuan Regional 2026, para pembicara berasal dari kalangan Saksi-Saksi Yehuwa yang mendapat kepercayaan untuk menyampaikan materi secara bergantian. Dalam struktur organisasi Saksi-Saksi Yehuwa, mereka dikenal sebagai penatua.
Sementara itu, Abed Nego A. Mimai menegaskan bahwa tema “Bahagia Selamanya” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.
Tema tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi memberikan penguatan bagi setiap orang yang hadir dalam menjalani kehidupan, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan dan tantangan.
Pertemuan Regional Saksi-Saksi Yehuwa 2026 di Palangka Raya dijadwalkan berlangsung dengan agenda yang dimulai pada Jumat (31/7) pukul 09.20 WIB hingga 15.30 WIB, dilanjutkan Sabtu (1/8) dan berakhir pada Minggu (2/8) pukul 15.45 WIB.
Kegiatan yang terbuka bagi masyarakat umum ini diharapkan menjadi ruang bagi siapa pun yang ingin memperoleh wawasan mengenai ajaran Alkitab, sekaligus mendapatkan penguatan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Dengan tema “Bahagia Selamanya”, para peserta diajak untuk melihat kebahagiaan bukan sekadar sebagai kondisi sesaat, melainkan sesuatu yang dapat dipelihara melalui iman, kesabaran, ketabahan, dan penerapan nilai-nilai yang dipelajari dari Kitab Suci.









