Kemudian, Perpindahan tersebut berimbas kepada Kota Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Negara, Kota Balikpapan dan Samarinda itu menjadi sesuatu berkah yang luar biasa. Kesiapan kami sebagai penduduk penyangga Ibu Kota Nusantara kami dari sisi SDM harus siap mental, juga secara pelatihan skill, secara sumber daya manusianya harus siap karena nanti kalau sudah menjadi ibu kota Nusantara. Bahkan dengan pemindahan manusia tentunya manusia yang akan berjuta-juta pindah karena pemerintahan itu begitu besar ada jutaan manusia yang akan pindah ke sini.
” Kami sebagai penduduk penyangga yang pertama kali kami harus siap untuk bisa bersaing, untuk bisa menerima, untuk bisa beradaptasi menjadi lingkungan baru. Hal ini harus kita siapkan, dan saya sebagai ketua Srikandi Balikpapan, di setiap pertemuan selalu sampaikan kesiapan anggota mengadakan pelatihan, bagaimana beradab, bagaimana beretika supaya integritas juga bangkit tidak menjadi masyarakat daerah yang selalu saja dibilang tertinggal padahal tidak, karena secara intelektual itu maju pemikirannya,” ungkapnya.
Wanita yang kerap disapa Yuli menambahkan, Upaya yang dipersiapkan adalah skill kita, bagaimana kita bisa menghadapi IKN nanti, orang luar yang masuk ke kota Balikpapan. Kita yang menyambutnya karena kita pintu gerbang IKN. Sedangkan tantangannya tentu kita akan siap menghadapinya, kita tidak ingin menjadi seperti Jakarta, adanya kemacetan dan kondisi yang kurang kondusif dengan adanya tingkat kriminalitas. Hal ini tentunya agar dipikirkan dan dicarikan solusinya, sehingga yang ditransfer selain manusianya juga edukasinya dan kenyamanannya. Terlebih Balikpapan terkenal sebagai Kota yang nyaman untuk dihuni sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara.








