Kota Balikpapan sendiri dinilai merupakan daerah strategis yang akan mendapatkan multiplayer efek paling banyak dengan kehadiran IKN, termasuk dari segi ekonomi.
Apalagi informasinya akan ada sekitar 100 ribu tenaga kerja yang akan bekerja di proyek pembangunan di IKN, namun lagi-lagi informasi tenaga kerja sekitar 100 ribu tersebut belum disertai kriteria keahlian dan prosentase tenaga kerja yang kemungkinan include dari proyek dengan tenaga kerja lokal.
Menurut Yaser, ada kekhawatiran dari masyarakat lokal terutama level bawah bahwa mereka tidak tertampung, sehingga hal ini bisa menimbulkan gesekan antara tenaga kerja dari luar dan tenaga kerja lokal.

Menghindari hal tersebut perlunya keterbukaan informasi terkait 100 ribu tenaga kerja untuk pembangunan IKN dilengkapi kriteria keahlian dan kepastian jumlah tenaga kerja lokal yang akan dlibatkan, peluang bisnis apa yang terbuka bagi pelaku usaha di Balikpapan dengan hadirnya IKN di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.
Yaser mengatakan, jika melihat dari sisi demografis, hunian merupakan hal paling diperlukan, setidaknya 256 ribu hektare lahan perlu disiapkan untuk mengantisipasi perpindahan penduduk/migrasi di tahap awal hingga 2024.









