MSLSC dan BUTAH BAHARI Diluncurkan, HST Perkuat Pendidikan dan Pelestarian Bahasa Banjar

baritorayapost.com, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, meluncurkan Murakata Student Learning and Support Centre (MSLSC) dan BUTAH BAHARI HST sebagai inovasi untuk memperluas akses pembelajaran, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, sekaligus memperkuat pelestarian bahasa dan budaya Banjar.

Peluncuran kedua inovasi tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Hulu Sungai Tengah, Rabu (7/10), dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik serta sejumlah pihak terkait.

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Bupati Hulu Sungai Tengah Samsul Rizal melalui Sekretaris Daerah (Sekda) HST Fajarudin, ST., M.AP. mengatakan kehadiran MSLSC dan BUTAH BAHARI merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membangun ekosistem pendidikan yang lebih terbuka, inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menurut dia, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia yang semakin cepat menuntut generasi muda memiliki bekal yang lebih luas.

“Generasi muda tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga membutuhkan keterampilan, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, penguasaan teknologi serta karakter yang baik,” ujarnya.

MSLSC dikembangkan sebagai wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan melalui pembelajaran yang mengacu pada standar internasional.

Program tersebut hadir melalui kemitraan Pemkab HST dengan Briton English Education dan Cambridge University, dengan pembelajaran bahasa Inggris sebagai salah satu fokus pengembangan kompetensi.

Sementara itu, BUTAH BAHARI HST atau Bubuhan Revitalisasi Bahasa Daerah Banjar Lestari dikembangkan sebagai platform digital terpadu yang memuat dokumentasi, arsip, data guru dan capaian prestasi peserta didik.

Platform tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung pengelolaan informasi pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga bahasa dan budaya Banjar melalui pemanfaatan teknologi digital.

Fajarudin menyampaikan bahwa MSLSC dan BUTAH BAHARI memiliki fungsi yang saling melengkapi. MSLSC berfokus pada peningkatan keterampilan dan kompetensi sumber daya manusia, sedangkan BUTAH BAHARI memperkuat ekosistem informasi, dokumentasi, data dan sumber belajar pendidikan.

Pemkab HST berharap kedua inovasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, tenaga pendidik dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan pendidikan di HST diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga tetap menjaga identitas dan kekayaan budaya daerah.

Fajarudin juga menyampaikan pesan Bupati Samsul Rizal kepada generasi muda HST agar memanfaatkan berbagai kesempatan belajar untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan daya saing.

“Terus belajar, berani mencoba dan kembangkan potensi. Jadilah generasi yang cerdas, terampil dan berkarakter tanpa melupakan kepedulian serta kecintaan terhadap daerah,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, MSLSC secara resmi diluncurkan dan BUTAH BAHARI HST diperkenalkan sebagai inovasi digital pendidikan dan pelestarian bahasa daerah.

Kedua inovasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pemkab HST dalam membuka ruang belajar yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi dan pelestarian bahasa serta budaya Banjar.(mask95).

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait