Restu menuturkan, saat serapan atau ini ketersediaan serat d Indonesia saat ini sekitar 40 persen. Sementara 60 persennya kata Restu masih impor dari negara lain, seperti Thailand. Sebenarnya, kata Restu, Kenaf ini bukan tanaman baru, melainkan tanaman lama. Oleh karenanya, melihat prospek dan pasar yang sangat menjanjikan, Pemkab Pulang Pisau melaui Bagian Ekonomi SDA dan DLH menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Pusat melalui BRG membangun Demplot di atas lahan 3 hektar di Desa Gohong.
Restu menjelaskan, berdasarkan dari hasil uji lapangan yang telah dilakukan sejak tahun 2019, Pemkab Pulang Pisau menunjuk Desa Gohong sebagai pembangunan Demplot tanaman Kenaf yang akan mulai dibangun tahun 2022 diatas lahan 3 herktar dengan melibatkan BRG, DLH, KPH, Pemdes Gihong dan kelompok tani di Desa Gohong.
” Untuk tahap awal, pembangunan Demplot ini dibangun diatas lahan 3 hektar. Sementara untuk pendanaannya didanai oleh Pemerintah Pusat melalui BRG, ” jelas Restu
Dia juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu, BRG bersama Universitas Gajah Mada Jokjakarta sudah turun ke Desa Gohong memberikan pelatihan dan training kepada kelompok tani di Desa Gohong.
Kedepan, jika Dempot tanaman Kenaf ini berhasil dan sukses, maka akan dilakukan evaluasi dimana, varitas-varitas yang cocok akan di revitasi ke keberapa tempat yang memiliki kriteria yang sama untuk pengembangan tanaman Kenaf.
” Tahun ini kita baru melaksanakan pelatihan dan training kepada kelompok tani. Sementara Demplot akan di bangun tahun depan dengan pendanaan dibiayai oleh pusat melalui BRG.
Dengan adanya Demplot tanaman Kenaf ini, Restu berharap kedepan ada tanaman alternatif yang pangsa pasarnya sangat jelas.kenapa kita mendorong tanaman Kenaf, karena tanaman ini semakin hari semakin dibutuhkan, bukan hanya untuk bahan Dasbor mobil saja, tetapi dapat digunakan bahan baku industri lain dan kerajinan tangan.
” Ibarat tananan, Kenaf ini seperti pohon kelapa, mulai batang, buah dan daunnya dapat dimanfaatkan semuanya. Sementara masa panennya hanya 4 bulan. Untuk di Kabupaten Pulang Pisau bisa ditanam 2 kali dalam setahun sehingga bisa 2 kali panen, ” tutupnya. (BS/Red/BRP).









