Pemkab HST Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Kebakaran di Batu Benawa

baritorayapos.com, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Desa Bakti, Kecamatan Batu Benawa, Minggu (6/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus membantu memenuhi kebutuhan warga yang rumahnya terdampak kebakaran.

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal mengatakan pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengalami musibah.

“Pemerintah hadir untuk masyarakat yang terdampak musibah kebakaran. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan mereka setelah mengalami musibah,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemkab HST juga meningkatkan besaran santunan bagi warga yang menjadi korban kebakaran. Santunan yang sebelumnya sebesar Rp2,5 juta dinaikkan hingga Rp15 juta, dengan besaran bantuan disesuaikan berdasarkan persentase tingkat kerusakan rumah.

“Santunan yang sebelumnya Rp2,5 juta kita naikkan sampai dengan Rp15 juta. Besarannya disesuaikan dengan persentase tingkat kerusakan rumah, sehingga bantuan yang diberikan dapat lebih proporsional sesuai kondisi yang dialami masyarakat,” kata Samsul Rizal.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang mengalami musibah, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah akibat kebakaran.

Musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 12.50 WITA di Desa Bakti RT 004/RW 002, Kecamatan Batu Benawa. Kobaran api menghanguskan sejumlah rumah warga.

Berdasarkan hasil pendataan, terdapat lima kepala keluarga yang terdampak dengan total 15 jiwa. Tiga kepala keluarga mengalami kerusakan rumah hingga 100 persen, sedangkan dua kepala keluarga lainnya mengalami kerusakan masing-masing sekitar 20 persen dan lima persen.

Warga yang terdampak yakni Ahmad Fauzi dengan satu kepala keluarga dan lima jiwa, yang rumahnya mengalami kerusakan 100 persen. Dalam keluarga tersebut terdapat anak yang duduk di kelas 9 SMP, kelas 3 SD, dan taman kanak-kanak.

Selanjutnya Samporna dengan satu kepala keluarga dan satu jiwa serta Hamidah dengan satu kepala keluarga dan satu jiwa, masing-masing mengalami kerusakan rumah 100 persen.

Sementara Daud Muslim dengan satu kepala keluarga dan empat jiwa mengalami kerusakan sekitar 20 persen, sedangkan Suryana Wahyudin dengan satu kepala keluarga dan empat jiwa mengalami kerusakan sekitar lima persen.

Sebagian besar bangunan yang terdampak merupakan rumah berbahan kayu.

Tidak ada korban luka maupun cedera dalam peristiwa tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Dalam penanganan kejadian, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Taruna Siaga Bencana (TAGANA) HST, BPBD dan Damkar HST, Balakar 654 Murakata HST, Polsek Batu Benawa, pemerintah desa, pihak kecamatan, Koramil, PLN, serta masyarakat sekitar.

Petugas juga melakukan pendataan terhadap warga terdampak sebagai bagian dari penanganan pascakebakaran, termasuk pendataan administrasi kependudukan yang turut terdampak akibat musibah tersebut.

Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial bersama unsur terkait terus melakukan penanganan dan pendampingan terhadap warga terdampak agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.(mask95).

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait