Baritorayapost.com,BARABAI – Bunda PAUD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Mama Deden, menekankan pentingnya penguatan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang holistik integratif dalam Rapat Kerja Paguyuban TK Negeri Pembina/TK Negeri se-Kalimantan Selatan di GOR Stadion Murakata, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati, Ketua Pokja PAUD, Ketua Komisi I DPRD HST, Kepala BGTK Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Selatan, Kapolres HST, Dandim 1002/HST, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, unsur Forkopimda, serta para guru dan tenaga kependidikan TK Negeri Pembina dan TK Negeri se-Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD HST menyampaikan rasa syukur serta kebanggaannya dapat menyambut para pendidik PAUD dari seluruh Kalimantan Selatan di Bumi Murakata.
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi berkualitas, karena pada masa tersebut anak mendapatkan stimulasi penting bagi perkembangan karakter, kecerdasan, dan keterampilan hidup.
“Bapak dan Ibu guru TK adalah garda terdepan dalam membangun fondasi karakter anak. Peran pian sangat besar dalam menanamkan kejujuran, rasa aman, serta semangat belajar sejak dini,” ujarnya.
Bunda PAUD HST juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh guru TK yang telah menjadi pelita dalam membangun generasi masa depan.
Menurutnya, rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan melahirkan inovasi dalam peningkatan kualitas layanan PAUD.
Ia menambahkan bahwa TK Pembina dan TK Negeri memiliki peran sebagai role model bagi satuan PAUD lainnya di Kalimantan Selatan.
Lebih lanjut, Bunda PAUD HST menekankan pentingnya penerapan PAUD Holistik Integratif (PAUD-HI), yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga mencakup perlindungan anak, pemenuhan gizi untuk mencegah stunting, serta pengasuhan yang penuh kasih sayang.
Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi lintas sektor dengan melibatkan puskesmas, dinas kesehatan, dan instansi terkait agar layanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak dapat berjalan terpadu.
Selain itu, ia juga mendorong dukungan terhadap Program Wajib Belajar 13 Tahun, dengan menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi penting sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
“Transisi PAUD ke SD harus berlangsung menyenangkan tanpa membebani anak. Kita ingin sekolah menjadi tempat yang dirindukan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bunda PAUD HST menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan PAUD.
Ia berharap, rapat kerja ini dapat menghasilkan kesepahaman dan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di seluruh Kalimantan Selatan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun generasi emas yang unggul dan berdaya saing.(mask95).







