Gelar Pers Rilis, Ini Pengungkapan 5 Kasus Pidana di Wilkum Polres Kapuas. Salah satunya Korupsi Dana Desa Oleh Mantan Kades

baritorayapost.com, KUALA KAPUAS – Polres Kapuas jajaran Polda Kalteng, menggelar Pers Rilis kepada sejumlah awak media di lingkup Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terkait pengungkapan 5 tindak pidana di Wilayah Hukumnya, pada hari Rabu 21 September 2022 siang.

Dipimpin oleh Kapolres Kapuas, AKBP Qori Wicaksono, S.I.K didampingi Kasatreskrim Polres Kapuas IPTU Iyudi Hartanto, S.T.K., S.I.K, Kapolsek Selat Kompol Permadi, S.E, dan Kapolsek Kapuas Timur IPTU Eko Sutrisno, S.H., M.M.
kegiatan Pers Rilis menghadirkan sejumlah tersangka dan barang bukti dari hasil kejahatan.

Bacaan Lainnya

Kapolres menjelaskan, pengungkapkan tindak pidana diantaranya adalah dugaan kasus Korupsi pengelolaan dana desa (DD) pada Desa Kaburan Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, Tahun Anggaran 2017 hingga 2019 oleh Mantan Kepala Desa (Kades) Kaburan berinisial TA yang saat itu menjabat pada periode Tahun 2015-2021, dengan total kerugian negara mencapai Rp.975.140.390,-.

Qori mengungkapkan, jumlah kerugian negara tersebut adalah hasil dari perhitungan atau hasil audit dari BPKP, dari total dana yang dikelola sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 yakni Rp 2.258.701.000,-.

“Berdasarkan hasil audit BPKP terdapat kerugian negara sebesar Rp.975.140.390,- dalam pengelolaan dana Desa Kaburan. Maka itu, penyidik telah menetapkan TA, mantan Kades sebagai tersangka. TA diduga melakukan penyimpangan dalam pengelolaan DD yang menyebabkan kerugian negara,” ungkap Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yakni Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 Jo UU No. 20 Tahun 2001, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun atau paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit 200 Juta rupiah atau paling banyak 1 Milyar rupiah.

Kemudian, pengungkapkan kasus berikutnya adalah tindak pidana pencurian sepeda motor dengan Tersangka berinisial AS, dengan hasil curian sebanyak 8 unit sepeda motor dilokasi yang berbeda. Modus yang dilakukan tersangka adalah mencuri dengan cara medorong sepeda motor menjauh dari lokasi parkir dan menyalakannya dengan cara membuat arus pendek sehingga dapat menyala lalu kemudian dibawa.

Untuk tersangka AS dikenakan pasal 362 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun.

Lalu, lanjut Kapolres, pengungkapan tindak pidana pertolongan jahat atau penadah barang hasil pencurian dengan tersangka berinisial S, yang merupakan penadah dari barang hasil curian dari tersangka AS. Terhadap S dikenakan pasal 480 KUHPidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Pengungkapkan kasus selanjutnya adalah tindak pidana penganiayaan berat (Anirat) dengan tersangka berinisial AN, yang terjadi di wilayah hukum Polsek Selat. AN melakukan Anirat dengan melukai korbannya menggunakan sepucuk senjata jenis Air Softgun dengan menembak beruntun dari jarak dekat. Akibatnya korban mengalami luka serius yang mengenai retina mata, sehingga menyebabkan kebutaan pada mata sebelah kiri. Sedangkan untuk motif tersangka adalah dendam. AN dijerat dengan pasal 354 KUHPidana yakni penganiayaan berat, Jo pasal 353 KUHPidana yaitu penganiayaan berencana.

Pengungkapan kasus yang kelima adalah tindak pidana pembakaran Sekolah di wilayah hukum Polsek Kapuas Timur. Dalam kasus ini, kepada tersangka tidak dilakukan penahanan, karena masih dibawah umur, yakni berusia 14 tahun.

Motif tersangka melakukan pembakaran adalah kesal atau kecewa karena dikeluarkan oleh pihak sekolah. Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan membakar kertas atau tisu yang ada diruangan guru kemudian pergi meninggalkan sekolah.

Upaya percobaan pembakaran yang dilakukan tersangka itu sudah dilakukan sebanyak 3 kali yakni pada bulan Juli 2022 sebanyak 2 kali. Namun untuk perbuatan yang ketiga kalinya, pada Rabu, 7 September 2022, mengakibatkan terjadinya kebakaran pada Sekolah Madrasah Ibtidaiyah.

Kapolres menambahkan, meski tersangka dibawah umur, pihaknya tetap memproses kasus tersebut dengan berkoordinasi ke berbagai pihak untuk proses hukum selanjutnya.

“Karena tersangka masih dibawah umur, proses hukum selanjutnya akan menjadi kewenangan dari hakim,” pungkas Kapolres. (Rahmad/BRP)


banner 728x250

Pos terkait