Dewan Mura Berharap Tim Percepatan Penurunan Stunting Fokus Literasi Gizi Untuk Intervensi Pencegahan Stunting

Ketua Komisi I DPRD Murung Raya (Mura) Tuti Marheni, SE (Foto: Ist).

baritorayapost.com, MURUNG RAYA – Ketua Komisi I DPRD Murung Raya (Mura) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) asal Partai Nasdem, Tuti Marheni, SE mengharapkan agar dalam upaya menekan prevalensi pertumbuhan stunting di Kabupaten Murung Raya untuk tahun 2022 hingga 2023 yang akan datang agar Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bisa lebih fokus melakukan trasformasi informasi berupa literasi gizi kepada kelompok masyarakat yang rentan terjadinya kasus baru kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya atau di kenal dengan Stunting.

Menurut Tuti Marheni, SE kelompok masyarakat yang rentan dengan potensi stunting ini bisa di awali dari kelompok ibu hamil, keluarga dan lingkungannya. “Literasi gizi keluarga, kita nilai sangat penting untuk mencegah stunting. Secara nasional stunting tidak hanya terjadi pada kelompok yang miskin namun juga terjadi karena pola pengasuhan dan pengetahuan gizi yang rendah,” katanya saat di konfirmasi wartawan, Selasa (22/11/2022).

Bacaan Lainnya

Seperti di ketahui target nasional penurunan angka prevalensi stunting hingga tahun 2024 adalah 14 persen, di mana pada tahun 2021 lalu berdasarkan data SSGI Murung Raya prevalensi balita stunting berada pada urutan ke 4 tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah yaitu sebesar 31,8 persen, sehingga di tahun 2024 yang akan datang Kabupaten Murung Raya di targetkan sebesar 17,26 persen.

“Intervensi dengan bentuk apapun, jika sudah terkena stunting tak akan optimal. Maka mencegah stunting sangat penting untuk memastikan kualitas sumber daya manusia Murung Raya lebih baik,” jelas Tuti lagi.

Legislator asal Partai Nasdem ini kembali menambahkan bahwa, di ketahui rata-rata stunting terjadi karena pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi asupan gizinya tidak terpenuhi. “Dalam artian, saat hamil ibunya kesulitan makan atau bayinya yang sulit makan dan pola asuh juga,” tandasnya. (BRP)


Pos terkait