Kepsek SMAN 1 Tamiang Layang Harapkan Pemkab Bartim Berjalan Sinergis dan Harmonis

Kepala sekolah (Kepsek) SMAN 1 Tamiang Layang, Istiqomah


BARITORAYAPOST.COM (Barito Timur) – Dengan adanya keluhan yang disampaikan oleh guru SMAN 1 Tamiang Layang terkait fasilitas rumah dinas guru yang dipindahkan pada lokasi milik aset Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Barito Timur yang seharusnya dalam pengelolaan aset Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah menjadi perhatian khusus.
Sebelumnya, pemindahan rumah dinas guru dikeluhkan karena bangunan yang baru fasilitas nya tidak lengkap dan batas waktu pemindahan terbilang sangat tergesa-gesa dengan batas waktu yang singkat. Namun keluhan dan permohonan pihak sekolah ditanggapi dan diberikan perpanjang waktu dalam proses pemindahan.
Kepala sekolah (Kepsek) SMAN 1 Tamiang Layang, Istiqomah, kepada awak media mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Pemda dan secara khusus kepada Sekretaris daerah (Setda) yang telah menanggapi surat permohonan penundaan untuk penggusuran Komplek SMAN 1 dan yang lainnya.
“Pada prinsipnya kami menerima dan menyambut dengan baik karena kami dalam suasana yang seperti ini kami tetap berbenah-benah juga mengosongkan rumah yang kami tempati. Besar harapan kami juga pada saatnya nanti kami dipersilahkan untuk menempati tempat yang telah disediakan, saya harapkan penerangannya sudah ada, kalau masalah dapur bida pelan-pelan, tapi kalau MCK mungkin ada kebijakan lagi dari pemerintah daerah,” ucap Istiqomah, di kantornya, Selasa (20-04-2021).
Kami masih belum melihat melihat ke dalam lagi yang setelah kemarin memang sudah ada perbaikan dari pemerintah daerah, yang jelas kami kemarin pada saat rapat koordinasi sudah mengatakan siap pindah bila ada penerangannya itu aja, lanjutnya.
Diteruskan Istiqomah, kemarin saya minta pada saat rapat koordinasi kemarin, saya juga sudah sempat mengungkapkan juga bagaimana nasib kami sebenarnya, “kan kami di tempat kan lagi di rumah yang sudah disediakan, yang menjadi pikiran kami adalah itu bukan aset provinsi tapi aset Kabupaten,” terangnya.
Dirinya juga meminta dari pemerintah daerah agar saat menempati rumah tersebut bisa terjamin keamanannya dan kenyamanannya, yang  memang sudah berkomitmen dan tentunya pemerintah daerah tetap memikirkan hal tersebut.
“Ada 3 guru tuh yang tinggal, kebetulan saya sendiri pun tinggal di rumah dinas, memang dari segi aset saya ke tidak bisa bicara banyak mengenai aset ini yang lebih berhak berbicara adalah Pemprov dan Pemda itu tentunya. Kalau saya kepala sekolah sebatas kewenangan saya di sekolah mengelola aset yang telah diserahkan oleh pemerintah Kabupaten,” jelas Istiqomah.
Menurutnya selama masih bisa berkarya di Barito timur tentunya lewat SMA 1 Tamiang Layang,  tetap berperan mekalui di SMA 1 Tamiang Layang juga ada di pemjab Bartim, karena apa yang dilakukan pihak sekolah adalah mendidik anak-anak sebagai aset masa depan untuk Pemkab Bartim.
“Pada prinsipnya saya tidak terlalu muluk-muluk yang kita inginkan adalah berjalan sinergis dan harmonis, Jangan sampai kita seperti tidak pernah ada komunikasi tidak pernah menyambung apa keinginan pemerintah daerah dan apa keinginan sekolah, itu yang sebenarnya saya harapkan,” harap Kepsek SMAN 1 Tamiang Layang.
Pada kesempatannya, Istiqomah meminta supaya berjalan Sinergi berjalan harmonis, sama-sama membangun. “Ada satu saja permintaan saya dengan pemerintah daerah, tolong dampingi saya nanti dalam saat sertifikat tanah yang baru yang telah diserahkan ke sekolah yang pada saat rapat kemarin NJOP yang baru otomatis ada kan contohnya, Saya minta Pemda juga menolong saya,” tutup Istiqomah mengakhiri pembicaraan.
Sementara, ditempat terpisah, Sekretaris daerah kabupaten Bartim, Panahan Mochtar, saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa  terkait aset tersebut, dirinya menjelaskan m letak sekolah SMA 1 Tamiang Layang diklola provinsi, maka pihaknya menempatkan rumah dinas tersebut pada aset Pemda yang bersifat sementara.
“Kalau ditempatkan pada aset provinsi, itu kan salah, Pemda memakai aset provinsi, maka untuk amannya kita tempatkan sementara, saya sudah berkoordinasi dengan sekretaris dinas pendidikan provinsi,” ucap Panahan diruang kerjanya.
Bagaimana situasi bangunan-bangunan yang sepertinya tidak layak, bangunan satu-satunya yang kalau saya prediksi adalah yang di depan itu aja yang punya Pemda yang lain bangun sendiri. kenapa kita bangun di tempat Pemda, karena kebijakan Pemda agar mereka punya tempat, sehingga tidak menjadi masalah, lanjutnya.
Panahan juga menyebutkan bahwa kekhawatiran mereka dengan dalih takut nanti diusir lagi, dirinya menjelaskan bahwa Pemda pada prinsipnya memiliki niat yang baik.
“Kita dari awalnya telah memikirkan itu, jadi jangan khawatir dengan kita niatkan seperti itu artinya kalaupun terjadi perubahan, tidak mungkin kita usir begitu saja, dan mungkin akan mendapatkan tempat yang lebih layak lagi,” ungkapnya.
Menurut Panahan, pembangunan dilokasi tersebut sudah lama dicanangkan sejak tahun 2020 progres Pemda belum bisa dilaksanakan karena belum tuntas di lokasi tersebut.
Adapun pihak sekolah yang meminta perpanjangan waktu terkait perpindahan rumah dinas tersebut, selaku Setda terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan Bupati agar ada pertimbangkan melihat kondisi di bulan Ramadhan. 
“Kita kasih kesempatan sampai tanggal 16, berarti tanggal 17 April 2021 sudah dikosongkan. Ada waktu mereka mempersiapkan segala sesuatu di sana dan dalam surat saya juga tegaskan jangan sampai ini tertunda lagi progres Pemda.
Terkait keluhan dengan fasilitas pada rumah dinas yang baru, Panahan meminta pihak sekolah menggunakan fasilitas yang ada, sambungan dari sekolah atau meminta pihak petugas PLN untuk memindah meteran yang lama ketempat yang baru, begitupun fasilitas lainnya.
“Gunakan fasilitas yang ada sambung dari sekolahan, dan ini sudah diketahui Diknas provinsi sudah saya sampaikan semuanya,” terang Panahan.
Artinya kita ini saling saling dukung kita Pemda sudah cari solusi terbaik, bahwa itulah yang sudah di sertifikat sudah dipindahkan ke provinsi. “Saya berharap ada kebersamaan dan sinergi, jadi kita bisa lihat kondisi lapangan Kalau dengan kondisi yang ada bagaimana wajah di samping sekolah itu dan kita akan mempersiapkan itu,” harapnya.
Diteruskannya, untuk kepentingan sekolah sih sebetulnya termasuk untuk fasilitas anak-anak olahraga dan berikutnya kita tetap berharap SMA kita tetap dibantu dalam seluruh fasilitas yang ada dapat dibantu provinsi. 
“Kita berharap banyak, Kepala SMA dan seluruh jajaran bisa memperhatikan dan mengusulkan dan bila membutuhkan dukungan, kita dari pemerintah pasti 100% kita dukung karena SMA itu berada di tempat kita dan yang sekolah di sana juga anak-anak kita bukan dari luar jadi kita berharap ada koordinasi dan pada Musrenbang  provinsi apa yang menjadi kekurangan tolong diinformasikan kepala Bapeda, agar kita bisa sampaikan di forum, seperti itu harapan kita ada ada kebersamaan,” pungkasnya. (YCP/Red)

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait