Merasa Dicemarkan, Didi Lakukan Klarifikasi di Depan Wartawan

BARITORAYAPOST.COM (Cilacap) – Merasa dicemarkan nama baiknya oleh pemberitaan salah satu media online, Anggota DPRD Cilacap dari Fraksi PKB Didi Yudi Cahyadi menggelar klarifikasi dengan berbagai media, Selasa (18/5/2021) siang. 

Klarifikasi dilaksanakan di Ruang Fraksi PKB DPRD Cilacap. Didi didampingi Ketua Fraksi PKB Muniriyanto dan dihadiri dua anggota fraksi serta puluhan wartawan dari berbagai media baik cetak, elektronik, dan online. 
Didi menegaskan bahwa pihaknya membantah isi berita yang ditayangkan oleh media online terbitan Jakarta tersebut. 
Menurutnya, isi berita tersebut tidak sesuai fakta dan dinilainya sangat tendensius. 
“Demi Allah,” seru Didi sembari mengangkat tangan. “Saya tidak pernah berhubungan dengan perempuan yang disebut di berita tersebut. Wong pegang tangannya saja nggak pernah,” tandasnya.
Komentar yang sama juga ia sampaikan ke salah satu rekan pengurus PAC PKB Kecamatan Gandrungmangu yaitu Suratno, dan ia menjelaskan dirinya tak pernah berhubungan dengan orang tersebut, apalagi selingkuh. 
Suratno mengatakan bahwa salah satu oknum wartawan meminta uang Rp 300 juta agar beritanya tidak ditayang. 
Setelah 2 jam, Suratno menghubunginya lagi dan mengatakan sudah berubah. 
Didi mengatakan, istrinya tidak jadi menuntut karena ia sempat mengamuk, dan Suratno mengatakan yang minta Rp 300 juta adalah salah satu oknum wartawan.
Sementara Didi tidak melakukan perlawanan, ia mengatakan istrinya selalu menasihati dan sangat percaya terhadapnya. 
“Kenapa harus bikin perlawanan. Nabi saja dilempari batu, diludahi nggak pernah membalas. Sudahlah nggak perlu cari risiko,” kata Didi menirukan istrinya.
Didi lantas mengatakan kepada teman-teman LSM dan media yang lain, ayo kita bangun Cilacap. “Saya juga nggak eman-eman sama teman. Tolong dong dinasihati kalau ada pemberitaan yang menyangkut diri saya,” tuturnya. 
Didi kembali bercerita bahwa wartawan yang menulis berita dugaan perselingkuhannya tiba-tiba menghubunginya untuk mengucapkan minal aidin walfaizin di malam takbiran. 
“Saya sebagai seorang muslim, walau benci kayak apapun saya balas ucapannya,” ungkapnya. 
Dan ia mengaku kaget. Pada saat minal aidin walfaizin, muncul lagi di medsos dan saya lebih kaget muncul nama lain, yakni SH, juga wartawan. “Saya kaget saat membaca beritanya,” kata Didi. 
Selanjutnya ia mengatakan dirinya disumpah oleh keluarganya. “Saya benar enggak ngeroyali perempuan yang diberitakan itu. Dan saya bersumpah di depan keluarga saya. Demi Allah saya bilang, jangankan mencium, memegang tangannya saja belum pernah. Itu saya katakan di depan saudara-saudara saya,” ucapnya.
Saudaranya yang berdinas di Provoost Polres Banjar, kata Didi, meminta untuk melakukan klarifikasi kepada saudara perempuan yang diberitakan itu, jangan hanya dari pihak keluarga saja.
Didi mengatakan, setelah ia melakukan klarifikasi kepada saudara perempuan yang diberitakan tersebut, bahwa suami dari perempuan itu tidak pernah merasa meminta diberitakan, apalagi memanggil oknum wartawan tersebut. 
“Dalam klarifikasi itu saya didampingi teman-teman dari DPC dan saudara saya, juga salah satu teman saya, Mulyadi Tanjung,” katanya.
Karena ini sudah menyangkut institusi saya, jelas Didi, malam itu juga saya dan teman-teman dari DPC mengirimkan surat yang ditujukan ke pimpinan DPRD, ketua fraksi PKB dan DPC, yang isinya bahwa saya tidak pernah melakukan apa yang diberitakan, apalagi melakukan perzinahan dan perselingkuhan.
“Langkah-langkah ini harus ditindaklanjuti, karena selain menyangkut diri saya sendiri,  juga DPC PKB Cilacap dan ketua Fraksi PKB,” terang Didi. 
Dalam klarifikasinya itu Didi berkali-kali membantah berita tersebut. 
“Saya tidak pernah melakukan perselingkuhan dan perzinahan seperti yang dituduhkan,” tegasnya.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Cilacap Muniriyanto mengatakan, klarifikasi ini yang pertama  dan Pak Didi sudah angkat tangan, juga sudah tidak ada yang harus ditutupi atau tidak ada yang dibuat-buat dan semua sudah jelas. 
“Saya berterimakasih kepada media dalam membangun perimbangan berita,” ujarnya. 
Munir menambahkan pihaknya sangat bisa memahami, dan sangat disayangkan jika ada media tidak melakukan kroscek sebelumnya. 
“Opini yang dibangun oleh teman-teman semestinya bukan perselingkuhan dan jangan perselingkuhan begitu harusnya. Kata-kata itu kan menjadi kontak fisik/batin kepada yang diberitakan,” imbuh Munir.
Fraksi dalam membawa PKB ini adalah membangun opini dan politik, tapi itulah media dan membawa-bawa nama ulama NU dan tidak dikroscek terlebih dahulu. 
“Kami menjadi terkesan yang membawa nama NU,” ujar Munir. 
Menurut Munir, Didi sudah diadili karena jelas dewan- dewan seperti itu harus dipecat. “Itu bahasa apa? Kan bahasa yang nggak enak didengar,” tandasnya. 
Ia juga mempertanyakan, kenapa-kenapa kok dipecat. Seakan-akan nggak mau terima alasan. “Apa-apa kok perilaku binatang dan kamu dituduh tidak bermoral, dan itu bahasa binatang. Sehingga yang keluar otomatis opini yang tidak main-main,” lanjutnya.
Munir juga mengungkapkan bahwa sekarang Didi Yudi Cahyadi suruh dipecat karena dinilai tidak bermoral.
“Dan saya sebagai ketua fraksi atau orang fraksi dan fraksi PKB ya ikut merasakan juga imbasnya,” katanya.
Ia mengira berita yang pertama sudah clear, eh muncul lagi berita yang sama di medsos tapi judulnya diubah. 

“Saya kaget dengan judulnya, Seorang Pegawai Disdukcapil saat Ditinggal Kerja Suaminya Digarap oleh Anggota DPRD PKB. Kerja ke mana digarap apa, itu yang garap siapa?” tanya Munir. 
Munir menjelaskan lagi, tapi di situ ditandaskan oknum PKB dan itu yang ia maksudkan, dan hal-hal semacam ini teman-teman media-lah yang bisa menjelaskan. 
“Tadi Pak Didi sudah menjelaskan,” ucap Munir singkat.
Diungkapkan Munir, Didi sendiri sudah menyampaikan kemarin dan sekarang. 
“Mungkin saya kurang puas dan rekan-rekan kurang puas, tapi kenyataannya sudah klop dan sama dengan penjelasan Pak Didi. Berati kan sudah sama penjelasan dari Pak Didi,” katanya.
Ia mengungkapkan, pihaknya sebagai ketua Fraksi PKB dan Pak Didi kan sudah benar di satu sisi sebagai anggota dewan, dan juga pimpinan kan begitu. 
Di pimpinan PKB itu ketua fraksi dan fraksi serta beliau sudah menyampaikan dalam surat-menyurat dan ini juga akan menjadi kajian fraksi dan tidak serta-merta. 
Yang pertama berkait dengan kajian substansinya, dan kedua fraksi sudah membentuk tim investigasi. 
“Kita mempertimbangkan aspek-aspek itu ada di ranah politik, yang berdiri di belakang peristiwa ini karena kita berdiri di ranah politik,” pungkas Munir. (est/Red/BRP)
“Header

Pos terkait