Baritorayapost.com,BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menegaskan keseriusannya dalam memperkuat sektor pertanian melalui panen padi perdana yang digelar di Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar panen simbolis. Momentum tersebut dimaknai sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian pangan di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.
Bupati HST, Samsul Rizal, menegaskan bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas padi, masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Dengan luas baku sawah yang mencapai sekitar 25 ribu hektare, HST dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun regional.
Menurutnya, potensi tersebut harus terus dijaga dan dioptimalkan melalui kerja bersama yang berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif petani dalam mendukung program swasembada pangan yang saat ini menjadi prioritas nasional. Tanpa kontribusi nyata dari lapangan, target tersebut dinilai sulit tercapai.
Namun demikian, berbagai tantangan masih membayangi sektor pertanian.
Ketergantungan terhadap pupuk kimia yang berdampak pada menurunnya kualitas tanah, serangan hama, hingga penyakit tanaman menjadi persoalan yang terus dihadapi petani.
Selain itu, faktor cuaca turut menjadi perhatian serius. Fenomena El Nino yang berpotensi mengurangi curah hujan dinilai dapat memengaruhi ketersediaan air, khususnya untuk kebutuhan irigasi.
Sebagai respons, pemerintah daerah mulai mendorong sejumlah langkah adaptif. Di antaranya optimalisasi jaringan irigasi, pemanfaatan sumber air alternatif, serta penyesuaian pola tanam yang lebih sesuai dengan kondisi iklim saat ini.
Penggunaan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan juga mulai diperkenalkan kepada petani.
Upaya ini turut diperkuat dengan peningkatan koordinasi lintas sektor agar setiap permasalahan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan terintegrasi.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, panen perdana ini diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh konsistensi kerja sama antara pemerintah, penyuluh, dan petani di lapangan.(mask95).









