Laporan Dinas Perdagangan: Harga Pokok Stabil, Cabai Merah Melonjak Tajam

Baritorayapost.com,BARABAI – Memasuki minggu ketiga November 2025, harga bahan pokok di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dilaporkan berada dalam kondisi stabil. Laporan terbaru dari Dinas Perdagangan HST menunjukkan bahwa sejumlah komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan tepung terigu tidak mengalami perubahan harga berarti sejak awal bulan.

Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, menuturkan bahwa kestabilan harga ini menandakan pasokan kebutuhan pokok di pasar berjalan normal dan tidak ada hambatan distribusi.
“Secara keseluruhan, harga bahan pokok masih terkendali. Pasokan dari distributor relatif lancar, sehingga harga komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan gula tetap stabil,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Untuk komoditas beras, seluruh jenis tercatat tidak mengalami pergerakan harga. Beras Unus Mutiara masih dipatok Rp22.500/kg, Siam Unus Rp20.000/kg, dan Siam Biasa Rp15.000/kg. Hal serupa terjadi pada gula pasir, baik gula eceran yang berada pada harga Rp18.000/kg maupun gula premium Rp19.000/kg.

Minyak goreng juga menunjukkan konsistensi harga sejak awal November. Minyak goreng kemasan stabil di Rp20.000/liter, minyak goreng curah kuning Rp17.000/liter, dan merk Minyak Kita Rp18.000/liter.

Berbeda dengan komoditas lain yang cenderung tenang, harga cabai kembali menunjukkan fluktuasi cukup tajam. Cabai merah besar melonjak dari Rp30.000/kg menjadi Rp85.000/kg, sementara cabai rawit lokal turut naik dari Rp35.000/kg menjadi Rp70.000/kg.
Menurut Irfan, fluktuasi cabai kerap dipicu faktor cuaca dan terganggunya pasokan dari daerah sentra produksi.
“Cabai adalah komoditas yang sangat sensitif. Gangguan kecil pada pasokan bisa langsung berdampak pada harga,” jelasnya.

Untuk komoditas perikanan, beberapa jenis ikan mengalami perubahan harga. Ikan Haruan naik dari Rp55.000/kg menjadi Rp65.000/kg, sementara ikan Papuyu tetap stabil di Rp80.000/kg. Ikan Bandeng sempat turun ke Rp25.000/kg sebelum kembali naik ke Rp30.000/kg. Adapun ikan kembung dan tongkol tercatat tidak mengalami perubahan.

Irfan menegaskan bahwa Dinas Perdagangan HST terus melakukan pemantauan harian untuk memastikan stabilitas harga menjelang akhir tahun.
“Kami melakukan monitoring setiap hari. Jika ditemukan potensi gejolak harga yang bisa membebani masyarakat, kami akan segera melakukan langkah antisipasi, termasuk opsi operasi pasar,” terangnya.

Ia juga mengajak masyarakat agar tetap tenang menghadapi dinamika harga komoditas tertentu.
“Tidak perlu panik. Mayoritas kebutuhan pokok aman dan harganya stabil,” pungkasnya.(mask95).

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait