Baritorayapost.com,BARABAII,Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ny. Deny Era Samsul Rizal, membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) dan Akupresure yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten HST, di Gedung PKK HST, Selasa (19/5/2026).
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK HST menyampaikan bahwa Asman Toga dan akupresure merupakan salah satu upaya masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga secara mandiri dengan memanfaatkan tanaman obat di lingkungan sekitar serta teknik terapi sederhana tanpa obat.
“Asman Toga adalah upaya mandiri masyarakat memelihara kesehatan dan mengatasi gangguan ringan menggunakan tanaman obat keluarga yang ditanam di pekarangan rumah serta teknik akupresure,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tanaman obat keluarga atau toga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan seperti batuk, sakit perut, dan menjaga daya tahan tubuh. Sementara akupresure dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik-titik tertentu tubuh guna membantu melancarkan energi, mengurangi nyeri otot, sakit kepala, stres hingga gangguan pencernaan.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di sekitar lingkungan rumah.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK HST juga memberikan apresiasi kepada Desa Rantau Keminting yang pada tahun 2025 berhasil meraih Juara III Lomba Asman Toga Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang diselenggarakan oleh TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk mengembangkan kelompok Asman Toga dan akupresure di wilayah masing-masing.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pelatihan semata, tetapi mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat melalui pola hidup sehat yang mandiri,” tambahnya.
Kegiatan Bimtek tersebut diikuti oleh para kader TP PKK desa dan kecamatan, yang diharapkan nantinya mampu menjadi pelopor pemanfaatan tanaman obat keluarga dan penerapan akupresure di lingkungan masing-masing.(mask95).










