“Papua Barat mempunyai pola dan sistem kelembagaan adat yang memiliki peran dan fungsi dalam segala aspek. Persatuan dan kesatuan bangsa harus dijaga dengan menumbuhkan kesadaran untuk menghargai perbedaan,” ujarnya.
Pangdam juga mengatakan Indonesia ditakdirkan untuk menjadi bangsa yang beragam. Ia menghimbau untuk mempererat Bhinneka Tunggal Ika, sehingga perbedaan jangan dijadikan konflik tetapi justru keberagaman menjadi kekuatan potensi untuk membangun Papua Barat.
“Untuk mewujudkan harmonisasi Papua Barat ini mari kita perkuat ketahanan Nasional dan instrumen pencegahan konflik. Mari kita komitmen bertekad menjaga kerukunan merawat kebhinekaan menjaga perdamaian dan harmonisasi dalam berbangsa dan bernegara khususnya di Papua Barat,” kata Pangdam.
Terkait dengan penyelenggaraan PON XX 2021 yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 15 Oktober 2021 mendatang di Papua, melalui kegiatan hari ini diharapkan masyarakat Papua Barat turut mendukung dan menyukseskan pelaksanaan PON.
Sementara itu Gubernur dalam sambutannya juga mengatakan bahwa Papua Barat bagian dari Indonesia adalah rumah kebhinekaan dimana dalam rumah ini tinggal semua suku, agama, ras, adat, budaya dan seni yang di terjemahkan dalam tugas dan tanggungjawab masing-masing.













