Pekan Bung Hatta 2022 Prinsip Freedom of Speech ala Bung Hatta: Bebas Berbicara, Tapi Harus Ada Isinya

“Kami para pelajar Indonesia yang ada di Belanda bukan hanya meninggikan derajat dengan meningkatkan kapasitas keilmuan di sini. Tapi kami juga punya tanggung jawab moral, bahwa ada rakyat kami di Indonesia yang harus diberikan hak-hak kemerdekaannya,” begitu Hatta berpledoi dengan sangat ofensif.

Di sini ia menekankan, bahwa sebagai seorang oposan terbuka, sebuah gagasan atau kebebasan berbicara selalu sah-sah saja, asal ada value di dalamnya. Dalam hal ini, nilai yang diusung dalam setiap gagasan Hatta adalah perjuangan memerdekakan Indonesia dari tempatnya belajar di Belanda.

Bacaan Lainnya

Beni Kharisma menambahkan bahwa Bung Hatta selalu menghindari hal-hal yang menimbulkan perpecahan. Bung Hatta selalu mengedepankan dialog yang bertujuan mencari jalan keluar bersama dari setiap permasalahan yang sedang dihadapi.

“Ketika mengeluarkan ide dan pendapat, itu selalu dibatasi oleh hak orang lain dan diatur pula oleh undang-undang. Tetapi, negara juga menjamin perlindungan untuk setiap warganya dalam menyampaikan pendapatnya, Dua hal inilah yang sering Bung Hatta gaungkan,” jelasnya.

Beni Kharisma juga melanjutkan bahwasanya ‘freedom of speech’ memiliki nilai-nilai positif karena memang hak setiap orang, dan di sanalah ruang daulat rakyat serta pencarian kebenaran. Ketika kebebasan berpendapat dibuka, akan memberikan dampak kepada proses demokrasi bangsa kita.

“Konsep kebebasan berpendapat ala Bung Hatta yaitu ungkapkanlah ide-ide maupun gagasan yang akan membangun nasionalisme bangsa dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Penkogab3)


Pos terkait