Lebih lanjut dikatakan wanita yang sudah siap mencalonkan diri pada Pilkada 2024 untuk memimpin Barito Timur ini, jadi doa yang kita lakukan ini kita memfasilitasi mereka Kharingan karena merekalah yang berhubungan doa dengan alam, karena saya penganut Agama Kristen berdoanya dengan cara kita Kristen. Kalau mereka lain, jadi kita menghormati karena tanggal 17 kemarin mereka seminar tentang Miwit Alah, tolak bala.
“Nah kita menyikapi itu, kemudian saya bicara dengan Wamen (Wakil Mentri KLHK) karena ini juga menyangkut lingkungan hidup, nah beliau setuju untuk hadir dan beliau juga didoakan karena beliau satu-satunya putra daerah, Putra Dayak kita yang bisa menjadi pejabat negara dan mudah-mudahan ke depan beliau bukan cuma Wamen tapi bisa menjadi menteri itu harapan kita semua,” harapnya.
Pancani juga merasa bersyukur dengan adanya acara tersebut yang dapat mempererat jalinan silahturahmi berkumpul bersama dengan masyarakat luas.
“Seperti hari ini bisa kita melihat bagaimana kebersamaan kita dengan beliau (Drs. Alue Dohong), kalau orang kita kan lebih peduli karena beliau garda terdepan kita, apalagi kita mau menjadi sayap ibu kota, jadi kita harus benar-benar meningkatkan kebersamaan kita dalam mempertahankan budaya kita dan lingkungan kita,” terang Pancani.

Ditempat yang sama, Wakil Mentri (Wamen) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Drs. Alue Dohong, M.Sc.,Ph.D saat diwawancarai mengatakan kehadirannya menerima undangan secara khusus dari Pancani Gandrung sebagai sahabatnya.
“Kebetulan beliau (Pancani Gandrung) menyelenggarakan ritual tolak bala dan menjaga kemakmuran lingkungan hidup dan alam. Saya kira sangat tepat sekali karena kearifan tradisional seperti ini harus tetap kita jaga, dan sangat erat kaitannya dengan lingkungan hidup” ucap Alue Dohong.










