Menurutnya, genangan air pada musim hujan dapat menyebabkan permukaan jalan menjadi lunak dan licin, menurunkan daya dukung tanah, hingga mempercepat munculnya lubang dan kerusakan.
Karena itu, pengendalian air melalui drainase menjadi salah satu langkah yang dilakukan sebelum penanganan terhadap badan jalan.
“Setelah pengendalian air melalui drainase, pada permukaan jalan tanah tersebut direncanakan dilakukan penanganan dengan penambahan lapis fondasi agregat Kelas A sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan,” ujarnya.
Penanganan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta daya dukung permukaan jalan dan mengurangi persoalan jalan licin, khususnya ketika musim hujan.
Dengan demikian, lanjut Alex, kegiatan di Desa Bentot tidak hanya berorientasi pada pembuatan saluran, melainkan merupakan rangkaian pemeliharaan jalan yang mencakup pengendalian air dan peningkatan kondisi badan jalan.
Terkait anggapan pekerjaan dilakukan untuk mengejar penyerapan anggaran, Alex menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan bukan semata-mata berorientasi pada penyerapan anggaran.
Menurutnya, pekerjaan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan serta kemampuan anggaran yang tersedia.
“Ukuran keberhasilan pemeliharaan bukan hanya dari sisi penyerapan anggaran, tetapi yang lebih utama adalah sejauh mana kegiatan tersebut dapat mempertahankan fungsi, kemantapan dan umur pelayanan jalan,” tegasnya.









