baritorayapost.com, PULANG PISAU – Dalam upaya memperkuat strategi penanganan stunting di wilayah Pulang Pisau Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pulang Pisau melakukan kunjungan kerja studi tiru ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (9/4/2026). Kunjungan ini difokuskan pada pendalaman inovasi dan integrasi data yang telah berhasil membawa Kabupaten Bantul menjadi salah satu rujukan nasional dalam menekan angka stunting.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pulang Pisau selaku Ketua TPPS Kabupaten Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta menyampaikan bahwa pemilihan Kabupaten Bantul sebagai lokasi studi tiru didasari oleh rekam jejak Bantul yang konsisten dalam menurunkan prevalensi stunting sejan tahun 2023 hingga sekarang berada di Lima Besar daerah Zero Stunting Se-Indonesia melalui program-program berbasis pemberdayaan masyarakat dan digitalisasi data.
“Kami melihat Kabupaten Bantul memiliki komitmen yang sangat kuat, terutama dalam sinkronisasi data dari tingkat desa hingga kabupaten. Hal ini yang ingin kami adaptasi dan implementasikan di Pulang Pisau agar intervensi yang kami lakukan tepat sasaran,” ujar Ahmad Jayadikarta

Beberapa poin utama yang dipelajari dalam kunjungan ini meliputi Penguatan peran kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat akar rumput, Strategi kolaborasi pemanfaatan anggaran untuk program padat karya pangan dan gizi serta Penggunaan aplikasi pemantauan tumbuh kembang anak yang memudahkan deteksi dini kasus stunting.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bantul menjelaskan bahwa kunci keberhasilan penurunan stunting di wilayahnya bukan hanya terletak pada sektor kesehatan semata, melainkan pada sinergi yang solid antara OPD (Organisasi Perangkat Daerah), TP PKK, dan tokoh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bantul menekankan pentingnya Aksi Konvergensi Stunting yang mencakup delapan tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi sekadar seremoni, tetapi menghasilkan output konkret bagi Kabupaten Pulang Pisau. Hasil dari studi tiru ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang lebih efektif guna mencapai target nasional penurunan stunting sebesar 14% pada tahun mendatang. (Sendri/BRP)










