Pangdam XVIII/Kasuari Sebut Brigif 26/GP dan Yonif 763/SBA Satuan Yang Luar Biasa Karena Konsisten Dalam Jaga Jati Diri

Sementara itu terkait dengan pola operasi, Pangdam menginformasikankan adanya perubahan pola operasi yang sebelumnya Pamrahwan sekarang disebut dengan operasi teritorial, Binter dan komsos.

“Jadi kita betul-betul melaksanakan tugas karena di wilayah kita tidak ada musuh, yang ada semua hanya masyarakat Indonesia, masyarakat Papua Barat yang perlu kita lindungi sehingga disini berlaku tertib sipil”.

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

“Saat ini kita juga mempunyai beban tugas untuk mendukung dan membantu Pemerintah dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19, untuk itu jaga kesehatan, jaga diri, jangan mencari kegiatan di luar dari pada kebiasaan prajurit. Ada kegiatan-kegiatan bersama masyarakat bantu dan lain sebagainya serta baik-baik dengan rakyat,” pesan Pangdam.

Sebelum memberikan pengarahan, Pangdam didampingi Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Alin Gabriel Lema bersama para pejabat Kodam lainnya disambut dengan tarian adat, yang diterima lansung Danbrigif 26/GP Letkol Inf Wimoko, S.E., M.Si., bersama Danyonif 763/SBA Mayor Inf M Tamami, S.Sos, kemudian tinjau lapangan tembak, Mako Brigif Brigif 26/GP, saksikan demonstrasi karate dan peresmian Café Sanetia 26.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan tali asih, penanaman pohon serta menulis kesan dan pesan.

(Pendam XVIII/Ksr)

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait