Kelompok petani di sini keseluruhan se-Bartim berjumlah 22 kelompok Tani khusus plasma PT. SGM menuntut hak-haknya. Harapan kami masyarakat Bartim terus terang kami ingin sejahtera itu saja,” harapnya.
Lebih lanjut dikatakan Tabat, sesuai yang telah mereka janjikan dulu pihak PT. SGM berjanji saat masuk ke tempat kita untuk mensejahterakan masyarakat Bartim melalui plasma dan sampai sejauh ini kita tidak tahu letak plasma itu sendiri.
“Mereka tidak menunjukkan letak plasma itu, tidak ada yang jelas plasma sawit ini berjalan sejak tahun 2008 tahap satu dan 2009 tahap kedua dan untuk tahap yang ketiga dari tahun 2013-2016 dan sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pihak manajemen PT SGM,” beber Tabat.
Sementara diwaktu yang sama, Sabtuno.SH selaku pihak yang mendampingi masyarakat Tani Plasma melalui ormas Perpedayak menuturkan bahwa pihaknya mendapat surat langsung resmi dari kelompok tani terkait dengan pendampingan dengan tanggung jawab sebagai ormas daerah mendukung penuh aksi dari masyarakat atau aksi dari kelompok tani untuk memperjuangkan hak-haknya.
“Kami lihat di sini banyak permasalahan yang mereka hadapi terkait dengan keterbukaan informasi dan segala macam sehingga memunculkan suatu gejolak,” jelas Sabtuno.









