Sementara Rafi Hidayatullah selaku penemu benda dan situs bersejarah tersebut memperkuat fakta dengan adanya sebuah catatan yang tersimpan rapih dalam buku, dan surat serta benda-benda peninggalan seorang tokoh di tanah Paku Beto Singa Djarang dan Ma Gaoeng yang menandakan bahwa banyak catatan sejarah di wilayah tanah kelahirannya.
Berdasarkan penemuan benda dan situs bersejarah, Rafi yang juga selaku Ketua Forum Pemuda Dayak (Fordayak) kabupaten Barito Timur ini bertekad untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya dengan membuatkan sebuah Rumah Betang atau rumah adat Dayak beserta museum tempat menyimpan benda bersejarah.
“Saya punya cita-cita dan harapan dan sekaligus memang ingin membangun salah satu balai adat Rumah Betang yang dinamakan balai Dato, dimana tempat tersebut akan kita bangun museum sekaligus Rumah Betang tempat menyimpan daripada benda-benda yang sudah kita dapatkan di sini, sebagai bukti daripada sejarah yang ada di desa Paku Beto ini,” tuturnya.
Karena itu adalah suatu bukti maupun gambaran, lanjut Rafi menjelaskan, dimana memang dulu pada masa kolonial Belanda atau pada masa penjajahan memang keberadaan Belanda maupun Jerman pernah hadir di desa Paku Beto pada waktu itu.
“Harapan saya juga kalau memang ada masyarakat yang memang menemukan barang-barang yang sifatnya bersejarah, nanti ketika balai adat itu sudah atau Rumah Betang tempat museum penyimpanan benda pusaka atau maupun benda-benda penemuan itu sudah ada tempatnya. Harapan saya masyarakat bisa mengantar di tempat yang selayaknya,” pungkasnya. (BRP)










