Buntut Aksi Walk Out di Muscab PPP Cilacap Kader Arus Bawah Inginkan Perubahan, Edi Purwanto: Partai Digerogoti Oknum Ambisius

Pihaknya sepakat untuk membuat Muscab yang cantik, elok, dan penuh rasa persaudaraan.

Kepada pengurus PPP, Edi mengingatkan bahwa di dalam kepengurusan DPC banyak benalu yang menggerogoti partai. Buktinya, PPP itu bukan partai kecil, tapi partai besar, namun tidak memiliki kantor DPC. Setelah memiliki kantor kok malah dijual. Terus uangnya ke mana.

Bacaan Lainnya

Padahal, katanya, banpol itu ada. “Selama 5 tahun belum pernah dilaporkan di Muscab,” ungkapnya.

Ditanya apa sudah pernah diperiksa oleh BPK, Edi mengatakan bahwa pertanggungjawaban kepada konstituen PPP belum ada dan konstituen belum pernah diberitahu, hanya pengurus.

“Ke mana uang itu?” tanya Edi.

Tentang pendidikan politik, ia juga mempertanyakan. Malah ia mengungkapkan bahwa PAC tidak kerumat dan baru kali ini bertemu untuk dikumpulkan di Muscab yang selama ini nggak pernah.

Menurut Edi, setelah Muscab ini sebenarnya momentum yang baik, misal PPP arahnya ke depan mau bagaimana.

Namun Edi justru menuturkan ada oknum yang bermain di Muscab, bagaimana membelokkan Muscab ini yang aturannya sebenarnya sudah tepat tetapi dibelokkan lagi.

“Semua sudah tahu. PAC bukan orang-orang bodoh, dan orang-orang terpilih menjadi pimpinan anak cabang. Saya anggota DPRD, dipilih oleh rakyat. Tetapi saya hormat sama PAC, karena PAC dengan ranting-rantingnya itulah sebetulnya yang membesarkan partai,” tegas Edi.

Ia lantas memastikan bahwa nggak ada DPC hebat, yang ada calegnya yang hebat. Begitu menjadi DPR, itulah yang hebat. DPC akan dianggap hebat kalau kemudian anggota DPR-nya banyak.


Pos terkait