Buntut Aksi Walk Out di Muscab PPP Cilacap Kader Arus Bawah Inginkan Perubahan, Edi Purwanto: Partai Digerogoti Oknum Ambisius

Edi juga menyimpulkan bahwa ini kerugian bagi partai yang telah membesarkan kadernya, tetapi tidak dilindungi secara umum.

Hak-haknya harusnya sama, merasa dilindungi. Tetapi dalam hal ini siapa nanti yang bermain.

Bacaan Lainnya

“Saya kira DPW bersih dan nggak ada permainan. Tapi oknum DPC-lah yang bermain, bagaimana membelokkan Muscab ini. Insya Allah DPW akan mendengarkan,” ucapnya.

Disinggung keinginan kader, Edi Purwanto mengatakan sangat sederhana.

Yang mengamati Muscab ini kan banyak, bukan hanya PPP. Termasuk media massa mengamati bahwa Edi Purwanto-lah yang mendapat suara terbanyak, dan ini diakui oleh DPW bahwa Edi suaranya terbanyak yaitu 13 suara, lainnya 2, 4, 5.

“Kalau main jujur-jujuran, yang menjadi ketua Edi. Tapi saya kembalikan kepada DPW yang memiliki kebijakan. PAC inginkan adanya perubahan di dalam, karena kalau saya yang jadi minimal pembangunan kantor DPC PPP menjadi prioritas pertama,” kata Edi.

Selanjutnya diterangkan, banyak warga PPP yang ikut bangga bahwa kita sudah memiliki kantor, tidak seperti kucing boyongan.

Sangat disayangkan, ujarnya, yang seharusnya DPC PPP sudah memiliki kantor sendiri malah dijual, dan selama 11 tahun tidak dipajak, serta wibawanya patut diragukan kalau seperti ini.

Terkait hasil formatur Muscab, ia menandaskan tidak diulang, namun telah digulirkan oleh DPW dan DPW saat ini sedang bekerja mencari formula terbaiknya seperti apa, supaya tidak ada perpecahan di dalam PPP, karena akan merugikan semua pihak.

Kalau ada Muscab ulang, menurutnya lebih baik.

“Di dalam Muscab ini, yang namanya pertarungan kalah menang tidak ada masalah sebetulnya. Kalau mau bertarung ya bertarung, tidak juga tidak apa-apa. Tapi yang namanya perselingkuhan, perselisihan yang diarahkan sana demi menjatuhkan seseorang, inilah yang kurang baik. Kita partai agama. Politik memang menghalalkan segala cara, tetapi kita punya etika, akhlak, moral. Inilah yang seharusnya menjadi pegangan PPP,” beber Edi Purwanto menutup perbincangan dengan awak media. (est/Red/BRP)


Pos terkait