“Adu Banteng” di Desa Karitak Sopir Avanza dan Penumpang Nginap di RS

Tampak kedua mobil
mengalami ringsek usai bertabarakan di jalan kurun Palangka Raya, Sabtu (8/8/2020).
BARITORAYAPOST.COM (Kuala
Kurun) –
Aksi tabrakan antara mobil Tayota Hilux, warna Putih bernopol KH
8857 AR di kemudikan Rico (37),  antara Tayota Avanza warna Putih plat KH 1803 AT, 
dibawa Johnison Assel Djunas (64). Nahasnya, mereka saling “adu banteng”
di ruas Jalan Kurun-Palangka Raya, tepat di Desa Tanjung Karitak, Kecamatan
Sepang, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Sabtu (8/8/2020) kemarin sekira pukul 13.00 WIB.
Akibatnya, pengendara mobil Tayota Avanza, Johnison Assel Djunas
mengalami patah paha kaki sebelah kanan, serta luka robek pada lutut kanan dan
ke empat penumpang yang bersama juga mengalami luka-luka. Sehingga, mereka
butuh penangganan medis dan langsung di bawa ke RSUD dr Doris Syilvanus
Palangka Raya.
Kejadian diketahui dari Satlantas Polres Gumas, pada saat
itu mobil yang dikemudikan Johnison dari arah Kurun menuju Palangka Raya,
tiba-tiba ia menyelip kendaraan di depannya, pas ketika ditanjakan Desa
Karitak, datang dari arah berlawanan sebuah mobil Hilux dibawa Rico.
Karena jarak kedua mobil tersebut terlalu dekat, maka
kejadiannya tabrakan serta benturan itu pun tidak bisa dihindari sehingga depan
kedua  mobil ini mengalami ringsek, atas
kejadian itu dilaporkan ke Salantas Polres Gumas.
Kasat Lantas Polres Gumas AKP Rikky OPeriady S Sos SIK
membenarkan dan pihaknya sudah menangani atas kejadian lakalantas tersebut
mengalami luka-luka dan untuk kerugian matril capai puluhan juta.
“Benar mas kemarin siang, kalau penangananya sudah kita tangani.
Karena setelah kita mendapati info kejadian itu, kami langsung mendatangi TKP,
mengevakuasi korban dan mencatat saksi-saksi,” ucap AKP Rikky Operiadi, Minggu
(9/8/2020).
Dia menambahkan, untuk korban yang dinilai cukup serius
seperti sopirnya mobil Avanza Johnison, penumpang Murwati, Rini, Junita dan Aai
sudah dibawa ke RS Palangkaraya. Kalau untuk kondisi sopir Hilux tidak
mengalami luka dan ia pun selamat. Akan tetapi, akibat dari laka lantas
tersebut kedua pihak sama-sama mengalami kerugian matril mereka mencapai Rp.30
juta.
“factor penyebab laka itu, karena kedua pengendara mobil
kurang kehati-hatian, partama kondisi siang hari, jalan di tanjakan, jalan
beraspal, marka, namun rambu-rambu penujuk jalan dinilai sangat minim,” tutup
dia.
(Gms/Red)

“Header

Pos terkait