Tanggapi Laporan Warga, Bupati Bartim Lakukan Pengecekan Terkait Dugaan Pencemaran Di Sungai Tewah Pupuh

BARITORAYAPOST.COM (Barito Timur) – Terima laporan warga desa Tewah Pupuh kecamatan Dusun Timur, kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, yang mengeluhkan tercemarnya air sungai di desa tersebut yang diduga dampak dari aktifitas salah satu perusahaan Tambang Batu Bara. Ampera AY Mebas,SE.,MM selaku Bupati dengan cepat merespon laporan tersebut dan lakukan pengecekan pada hari Rabu kemarin  (12/05/2021)


Orang nomor 1 di Bumi yang berjuluk ‘Gumi Jari Janang Kalalawah’ ini lakukan survei didampingi kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Bartim,  Lurikto, SP.,MM, dan disaksikan dari pihak masyarakat setempat, Misranto dan Hili, juga dihadiri oleh pihak manajemen Perusahaan PT. BNJM dan PT. TEI, 

Kemudian dengan segera Bupati memerintahkan jajaran melalui dinas terkait pada petugas selaku Kepala Bidang Penataan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Sapta Arianto, SH untuk segera menindaklanjuti dugaan pencemaran dan lakukan  pemeriksaan mencari sumber pengganggu yang berdampak pada sungai tersebut.


Atas perintah Bupati, Sapta Arianto selaku kepala bidang dari DLH segera melakukan peninjauan dengan hasil yang tersusun sebagai berita acara pada pengecekan tersebut sebagai berikut:
Lokasi awal pengecekan dilakukan di areal PT. Timbawan yang baru buka jalan 800 meter, tetapi tidak ditemukan sumber pengganggu.

Pengecekan dilanjutkan ke Jalan Hauling PT. BNJM disana baru ditemukan sumber pengganggu berupa air larian (run off) dari jalan hauling PT. BNJM yang mengalir ke 2 (dua) anak sungai dan 1 (satu) hulu sungai Tewah Pupuh.

Selanjut Tim mengecek menuju anak sungai Rukip di desa Rukip Gumpa kondisi air sungai baik, kemudian Tim melanjutkan pengecekan ke lokasi yang diberitakan di pertengahan Sungai Tewah jembatan Kumpang kondisi air mulai baik.

Dari kegiatan tersebut kami sampaikan ke Bapak Bupati Barito Timur dan selanjutnya Tim menuju Sungai Tewah Pupuh Jembatan Besi di Desa Tewah Pupuh dan di lokasi tersebut bersama Bapak Bupati Tim meninjau kondisi sungai Tewah Pupuh di Jembatan Besi tersebut.


Dari hasil pengecekan tersebut Tim menyampaikan solusi atas permasalahan agar dapat lembuat areal sedimen pond pada areal jalan untuk mengelola air larian. Kemudian memperbaiki jembatan hulu sungai Tewah Pupuh dan menutup safety berm yang terbuka yang menyebabkan air larian masuk sungai. Selain itu, dicanangkan untuk dapat melakukan penanaman di sepanjang areal safety berm denga tanaman cover crub.

“DLH akan melakukan pengecekan kelengkapan dokumen atas jalan hauling  tersebut dan disetujui oleh Bapak Bupati,” jelas Sapta Arianto pada laporannya yang tertuang dalam berita acara.

Disamping itu, Bupati memberikan arahan agar dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku hingga dapat menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi dan berdampak kepada lingkungan . (YCP/Red)

“Header

Pos terkait