Romantisasi Kesehatan Mental di Kalangan Remaja Antara Kesadaran Diri dan Self-Diagnosis

Andini (Foto: IST)

Karena itu, Kesehatan mental bukan hanya tanggungjawab individu. Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi remaja.

Menjaga Kesehatan Mental dengan Cara Sederhana, yaitu:

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com
  1. Mengatur waktu bermain media sosial
    Batasi konsumsi konten yang memicu stress atau membuat diri terus membandingkan kehidupan dengan orang lain.
  2. Tidur dan istirahat yang cukup
    Kurang tidur dapat mempengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan tingkat stress.
  3. Berani bercerita Membagikan perasaan kepada orang terpercaya dapat membantu mengurangi beban pikiran.
  4. Melakukan aktivitas fisik
    Olahraga rinagn seperti berjalan kaki atau bersepeda dapat membantu meningkatkan suasana hati.
  5. Mengenali emosi dengan sehat
    Merasa sedih, kecewa, atau lelah adalah hal yang manusiawi dan tidak selalu berarti mengalami gangguan mental.

Mencari Bantuan Bukan Tanda Lemah
Ketika stress, kecemasan, atau kesedihan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan professional merupakan Langkah yang tepat. Konselor, psikolog, maupun psikiater dapat membantu seseorang memahami kondisi dirinya secara lebih akurat dan aman.

Yang dibutuhkan remaja hari ini bukan penghakiman, melainkan dukungan, ruang aman atau didengar, dan akses bantuan yang mudah dijangkau.

Butuh Bantuan ?
Layanan Konsultasi dan Dukungan Kesehatan Mental

  • SEJIWA KemenPPPA : 119 ext.8
  • Halo Kemenkes : 1500-567
  • Konsultasi dengan guru BK, Psikolog, atau puskesmas dan rumah sakit terdekat.

DAFTAR PUSTAKA
Azizah, T.N., & Nurwati, N. (2021).
Dampak perilaku self-diagnosis pada kesehatan mental remaja. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(3), 460-468.
Komala, C., Faozi, A., Rahmat, D.Y., & Sopiah, P. (2023). Hubungan literasi Kesehatan mental dengan trend self-diagnosis pada remaja akhir. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(3), 206-213.
World Health Organization. (2025). Mental health of adolescents.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI.
Erikson, E.H. (1968). Identity : Youth and crisis. W. W. Norton & Company.
(BRP)

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait