PLN Digeruduk, Peternak Bongkar Kerugian Rp400 Juta Akibat Listrik Padam

“Tidak ada pemberitahuan yang jelas kapan padam dan kapan nyala. PLN tidak konsisten memberikan jadwal yang jelas,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat peternak kesulitan mengambil langkah antisipasi. Sebab, ketika listrik padam terlalu lama, sistem sirkulasi udara dalam kandang terganggu dan dapat menyebabkan kematian ayam dalam jumlah besar.

Genset Tak Bisa Sepenuhnya Gantikan PLN
Satrio mengakui pihaknya memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan. Namun, penggunaan genset menurutnya bukan solusi ideal untuk menghadapi pemadaman dalam waktu lama.

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

“Genset memang ada, tapi namanya genset tidak bisa menggantikan PLN. Genset sifatnya terbatas, tidak sama seperti PLN,” jelasnya.

Ia menegaskan, kerugian yang dialami bukan semata-mata karena listrik padam, melainkan karena durasi pemadaman yang lama serta minimnya kepastian informasi mengenai jadwal pemadaman dan penyalaan kembali.

“Kami mengalami kerugian karena jadwal mati dan hidupnya listrik tidak diberitahukan dengan jelas,” ujarnya.

Bagi Satrio, listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan, tetapi merupakan bagian vital dari keberlangsungan usaha peternakan.
Karena itu, ia berharap PLN dapat memberikan kepastian pelayanan dan mempertimbangkan dampak ekonomi yang ditanggung masyarakat ketika terjadi pemadaman berkepanjangan.

Aksi GPG tersebut menjadi sinyal kuat bahwa persoalan listrik telah menyentuh sektor ekonomi masyarakat secara langsung. Massa pun memastikan tuntutan mereka belum berhenti dan akan kembali menggelar aksi lanjutan pada Rabu (29/7/2026), dengan harapan PLN memberikan jawaban konkret terhadap keresahan masyarakat.(Lsy/BRP)

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait