Bersama Promkes RSUD Kapuas Lakukan Edukasi Kesehatan di Radio Pemda Kapuas

baritorayapost.com, KUALA KAPUAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) kembali mengudara di frekuensi 91,4 FM yang beralamat di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, yang mana pada kesempatan kali ini memberikan informasi dan edukasi kesehatan dari narasumber yakni, dr. Erny Indrawati, selaku Ketua Pokja Komunikasi dan Edukasi (KE), didampingi Popo Subroto, SKM, M.I.Kom, selaku Koordinator dan Administrator Ahli Unit Promkes RSUD Kapuas, dan ditemani Penyiar Radio Diskominfo Kab. Kapuas, Ihsan, mengulas tentang Menjadi Dokter Pribadi Bagi Keluarga, Seri Mengatasi Sakit Asma, pada Hari Kamis, (04/07/2024).

dr. Erny yang bertugas sebagai Dokter Umum Madya dan juga sebagai Dokter Penanggung Jawab Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, menjelaskan bahwa Asma (bahasa Yunani : terengah-engah) juga di sebut bengek adalah suatu penyakit kronis yang ditandai adanya peningkatan kepekaan saluran nafas terhadap berbagai rangsangan dari luar (misalnya, debu, serbuk bunga, udara dingin, dll) yang dapat menyebabkan penyempitan saluran nafas, tetapi dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan. Keadaan yang berat dapat menimbulkan kegagalan pernafasan sampai kematian.

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Beliau juga mengatakan, bahwa Sebagian besar penyakit asma pada anak disebabkan oleh alergi. Penyakit asma pada anak mempunyai dampak yang luas terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan oksigen yang menahun dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan badan maupun intelektualnya (kepandaian dalam berfikir). Gejala utama dari asma adalah sesak nafas disertai nafas berbunyi “ngik-ngik”. Hal ini disebabkan oleh adanya penyempitan saluran pernafasan (bronkus) akibat proses peradangan di saluran pernafasan tersebut sehingga lebih sedikit udara yang bisa lewat, dan menyebabkan bernafas lebih sulit atau menjadi sesak nafas. Di tambah lagi adanya peradangan di saluran pernafasan yang menyebabkan produksi ledir (dahak) bertambah banyak, sehingga semakin sempitlah saluran pernafasan tersebut. Gejala yang lain batuk berdahak, tampak lelah (karena bernafas membutuhkan tenaga).

Penyebab timbulnya asma, diakibatkan keadaan hipersensitif terhadap satu atau lebih rangsangan dan biasanya paru-paru bereaksi segera setelah rangsangan, tetapi kadang-kadang juga baru bereaksi setelah beberapa jam. Rangsangan alergen ada beberapa jenis seperti tungau, debu, bulu hewan peliharaan (kucing, anjing), serbuk sari bunga, rerumputan, jamur. Rangsangan non-alergen : pilek atau flu, hawa dingin, asap (rokok), polusi udara (bau kue, parfum, bau cat atau bau bahan pembersih), olahraga, stress. Alergi obat-obatan, misalnya obat pereda nyeri, ibuprofen, diklofenak, naproksen, aspirin. Faktor keturunan, misalnya dalam satu keluarga sering terdapat anggota yang menderita asma atau alergi lain. (BRP)

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait