HST Perkuat Pengarusutamaan Gender untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

baritorayapost.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memperkuat kapasitas aparatur dalam menyusun program dan anggaran yang responsif gender melalui Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) yang digelar di Banjarmasin. Kamis (9/7).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Juli 2026, itu diikuti 54 peserta yang terdiri atas Tim Teknis Pengarusutamaan Gender (PUG) Kabupaten HST, operator PUG perangkat daerah dan kecamatan, serta jajaran Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah Gusti Rosyadi Elmi mengatakan penerapan perencanaan dan penganggaran responsif gender merupakan upaya memastikan setiap kebijakan pembangunan dapat memberikan manfaat yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Perencanaan dan penganggaran responsif gender bukan hanya berbicara mengenai perempuan, tetapi bagaimana kebijakan pemerintah mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh dan mengurangi berbagai kesenjangan yang masih ada,” ujarnya.

Menurut dia, pendekatan tersebut perlu diterapkan sejak tahap perencanaan, penyusunan anggaran, pelaksanaan program hingga evaluasi agar pembangunan semakin tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia berharap peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan tersebut dapat memperkuat implementasi pengarusutamaan gender dalam setiap program pembangunan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten HST H. Nor Ilmi mengatakan bimtek difokuskan pada penguatan implementasi PPRG dalam penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

Menurutnya, hasil pelatihan akan diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sehingga perspektif gender menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan, program, dan anggaran di seluruh perangkat daerah.

“Melalui penguatan kapasitas ini, kami berharap perspektif gender semakin terintegrasi dalam setiap kebijakan strategis pemerintah daerah sehingga program pembangunan menjadi lebih inklusif dan tepat sasaran,” katanya.

Selain meningkatkan kompetensi aparatur, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Hasilnya diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembangunan daerah sekaligus memperkuat capaian penilaian Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE).(mask95).

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait