BARITORAYAPOST.COM, PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengambil langkah intervensi harga melalui pasar penyeimbang guna menjaga stabilitas kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah (H).
Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i, menegaskan bahwa pasar penyeimbang merupakan strategi konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, terutama saat lonjakan permintaan bahan pokok pada momentum hari besar keagamaan.
Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan kerap memicu kenaikan harga di pasar. Karena itu, kehadiran pemerintah melalui subsidi harga diharapkan mampu menekan gejolak sekaligus memastikan ketersediaan pasokan tetap aman. “Pasar penyeimbang ini bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Ahmad.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pulang Pisau, sejumlah komoditas strategis disiapkan untuk masyarakat, yakni beras premium 28.500 kilogram, minyak goreng 13.812 liter, serta gula pasir 13.812 kilogram.
Komoditas tersebut dijual dengan harga subsidi, masing-masing beras Rp50.000 per sak ukuran 5 kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, dan gula pasir Rp10.000 per kilogram—lebih rendah dibanding harga pasar.
Pemerintah daerah juga mendorong partisipasi pelaku usaha agar terlibat aktif dalam menjaga stabilitas harga serta distribusi barang.
Melalui kebijakan ini, Pemkab Pulang Pisau berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan tekanan inflasi daerah dapat dikendalikan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idul Fitri dengan lebih tenang.(BRP)










