baritorayapost.com, PURUK CAHU – Itek (56) laki – laki paruh baya ini tampak pasrah saat dijumpai awak media ditengah – tengah proses pemeriksaan terhadap JS (26), terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya salah satu warga Desa Olung Siron Kecamaatan Tanah Siang Jumat (17/1) malam.
Saat dibincangi, ayah dari JS (26) menuturkan masih merasa sangat syok atas peristiwa yang terjadi pada keluarga besarnya tersebut.
Itek mengugkapkan bahwa, saat kejadian berlangsung hampir saja menjadi korban pertama sabetan senjata tajam dari amukan membabi buta anak laki-lakinya tersebut.
“Kami bersama Basi (pemimpin ritual proses pengobatan alternatif.red) tengah melakukan persiapan kelengkapan ritual untuk pengobatan anak kami, namun mendadak panik keluar rumah menyelamatkan diri setelah JS tiba-tiba mengamuk sore itu,” tutur pria kelahiran Desa Olung Soloi Kecamatan Tanah Siang ini, Senin (19/1).
Tidak sampai disitu saja amukan JS semakin menjadi ancaman baginya setelah anaknya tersebut berhasil membuka pintu lemari yang berisikan senjata tajam.
“Saya akhirnya ikut lari, karena hampir saja dalam jarak yang sangat dekat senjata tajam itu mengenai leher saya,” ujarnya lagi.
Namun atas peristiwa yang terjadi, Ayah kandung JS meminta maaf kepada seluruh warga desa dan berharap serta menyerahkan seluruhnya kepada pihak kepolisian yang menjalankan proses hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku.
‘Kita dari pihak keluarga sangat menyesalkan atas peristiwa yang sama-sama tidak kita inginkan ini, serta berharap penyidikan terhadap kasus yang menimpa dan dilakukan anak kami ini dapat di usut tuntas,” tutupnya. (udi/BRP)








